Friday, December 7, 2012

Liyangan Kota yang Hilang


Gunung Sindoro yang terlihat tenang dan anggun ternyata menyimpan seribu mistery, Bemmelen seorang peneliti Belanda mengatakan bahwa, pada tahun 1600 - 1617 Sindoro pernah meletus dengan hebatnya dan meluluh-lantakkan desa-desa yang berada di kakinya, hal ini yang diperkirakan telah mengubur Situs Liyangan sedalam 10 M di bawah permukaan tanah. Tapi hal ini ditepis oleh Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Kegunungapian ( BPPTK ), menurut BPPTK berdasarkan analisa Liyangan terkubur akibat erupsi Sindoro tahun 971 Masehi, terbukti penemuan benda purbakala di lokasi itu berciri khas bangunan masa Mataram Kuno abad IX. 
Situs Liyangan berupa perkampungan Mataram Kuno yang berada di ketinggian 1.200 dpl pada lereng gunung Sindoro, penemuan benda arkeologis di Liyangan tidak hanya berupa candi, namun juga terdapat tempat peribadatan, perkampungan dan lahan pertanian kuno. Liyangan adalah sebuah kota yang hilang selama berabad-abad dan baru terkuak ke permukaan akibat penambangan pasir liar pada tahun 2008. 

Monday, December 3, 2012

Borobudur Jazz Festival 2012




Pelataran barat candi Borobudur, tepatnya di lapangan Lumbini pada Rabu malam ( 28/11/2012 ) yang baru lalu, menjadi area yang mengasyikkan bagi pecinta musik Jazz, untuk kali kedua di tempat yang sama digelar event selalu dinantikan penikmat musik yang satu ini. Ya, saat itu memang sedang berlangsung " Borobudur Jazz Festival 2012 ". Sejumlah musisi dan penyanyi jazz negeri ini ikut menyemarakkan, mereka adalah  Syaharani, Duo Endah 'n Resha, Matthew Sayersz, Ecky Lamoh, Everyday Jazz Jogja, Groovinstreet, dan Jasmine Jazz, tampil secara bergantian dengan indahnya. 
Tak hanya pecinta jazz dalam negeri saja yang hadir, festival ini juga menarik perhatian sejumlah wisatawan manca negara yang ikut bergabung bersama-sama di lapangan Lumbini, menikmati sajian setiap penampil, lagu demi lagu hingga usai, sayang sekali kalau event ini terlewatkan, penyelenggaraan acara dengan frekuensi setahun sekali ini. 

Tuesday, November 27, 2012

Festival Vocal Keroncong



Suara emas Dian Mitha Kurniasari, seorang peserta Festival Vocal Keroncong dari Wonogiri, Sabtu ( 24/12/2012 ) mengalun indah di Pendopo Pengayoman Temanggung, tempat berlangsungnya lomba adu vocal keroncong, Dian berhasil memukau para penonton serta dewan juri, akhirnya meraih predikat juara umum.
Wanita bersuara emas asal Wonogiri tersebut mampu mengungguli enam finalis wanita, dengan juara I katagori puteri dan berhak memboyong Trophy Bergilir Soekardi. Menyusul Tanti Angraeni dari Wonosobo mendapat juara II, dan Rosiana Setyowati dari Surakarta juara III. Sedangkan juara harapan I - IV  putri berurutan diraih Dyah Fitri, Wahyu Hidayati, Lusiana dan Sulastri.
Sementara untuk katagori putra juara I diraih Sumarno dari Surakarta, juara II Kunto Bagaskoro dari Kebumen, juara III atas nama Panji Kusumo dari Pati, sedangkan juara harapan I - IV pria secara berurutan pula di raih Theo KS, Eko Sujatmoko, Ibrahim Syah dan Yustinus Supriyanto.

Monday, November 26, 2012

Temanggung Adventure Offroad 2012



Sabtu sampai Minggu ( 24-25/12/2012 ) sekitar 372 offroader muda menjajal kemampuannya, memacu andrenalin, di Sirkuit Tepungsari Temanggung dalam event Temanggung Adventure Offroad 2012. Mereka tak hanya berasal dari Jawa Tengah saja, para offroader dari DIY dan Jawa Timur juga tampak berlaga di sirkuti berlumpur yang cukup sulit. Selain di sirkuit Tepungsari untuk kelas Special Competition Stage (SCS), juga pada kelas Country Road dan Ekstrim para offroader harus mengenal medan baru di Temanggung, yang melewati kawasan Perhutani di Kandangan, Kaloran,  Kranggan, dan kembali ke Temanggung.
Sebagai ajang olah raga otomotif, Temanggung Adventure Offroad juga dikemas untuk mengenalkan pariwisata Temanggung, yang didukung unsur masyarakat pada route-route yang dilewati.

Saturday, November 24, 2012

Didik Nini Thowok Persembahkan Gadis Tegowanuh



Meskipun telah malang melintang  sampai manca negara, dengan seabrek profesi dan prestasi, dari  penari, koreografer, komedian, pemain pantomin, sampai pengajar, Didik Hadiprayitno ( 58 th ) atau populer dengan nama Didik Nini Thowok tidak pernah melupakan tanah kelahirannya, di kampung Brojolan Barat Temanggung.
Dibuktikan dengan penampilan Didik pada resepsi Hari Jadi Kabupaten Temanggung ke 178 kemarin malam, Jum'at ( 23/11/2012 ) Didik mempersembahkan dua karya terbarunya yang di beri judul Gadis Tegowanuh dan Wulanggatho.
Pada kesempatan itu juga Didik menampilkan Tari Pancasari yang telah membawa namanya ke kancah internasional. Tarian itu menggambarkan akulturisasi budaya Nusantara, China, Barat dan India yang cukup menawan dengan ciri khas Didik yang selalu menonjolkan unsur humor.

Friday, November 23, 2012

Deklarasi Bank Sampah di Temanggung




Komitmen Pemerintah Kabupaten Temanggung untuk mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2008, serta Perda Nomor 28 Tahun 2011, benar-benar dibuktikan secara nyata, setelah melalui sosialisasi yang tak mengenal lelah dari phiak-pihak dan SKPD terkait. Upaya pengurangan sampah di tingkat timbulan telah berjalan di beberapa kawasan permukiman, salah satu indikator tentang kesadaran masyarakat mengelola sampah secara mandiri ini dibuktikan dengan terbentuknya beberapa Bank Sampah.
Edie Poernomo, ST, MT kasi Pengelolaan Persampahan DPU Kabupaten Temanggung mengatakan bahwa, di Temanggung telah terbentuk 23 kelompok masyarakat pengelola Bank Sampah, 20 kelompok tersebar di beberapa kelurahan, sedangkan 3 kelompok di sekolah-sekolah, yaitu SMA Negeri 2 Temanggung, SMK 1 Temanggung dan SMP Negeri 2 Temanggung.

Wednesday, November 21, 2012

Belajar Biologi dengan Boneka Horta






Seorang gadis kecil, imut, berwajah manis, berlari-lari kecil dengan riangnya di tengah hujan, ia baru saja mendapat hadiah sebuah boneka panda di ulang tahun temannya. Sesampai di rumah, karena basah ia meletakkan begitu saja bonekanya di sudut buffet tanpa setahu siapapun.
Setelah beberapa hari terlupakan, iapun teringat boneka pemberian temannya itu, pikirnya barangkali sudah kering, tapi apa yang didapatkan, iapun terkejut karena boneka pandanya tumbuh rambut di kepalanya.
Ini sebuah ilustrasi tentang boneka horta, boneka ini penemuan oleh seorang mahasiswa IPB Bogor asal Temanggung bersama rekan-rekannya, semula dinamakan Boneka Hortikultura, kemudian dipopulerkan dengan sebutan Boneka Horta.

Tuesday, November 20, 2012

Situs Liyangan Akan Menjadi Taman Konservasi



Menurut Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Kebudayaan Windu Nuryati dalam kunjungannya ke Temanggung beberapa waktu lalu menjelaskan,  Situs Liyangan tidak menutup kemungkinan dikembangkan menjadi kawasan edukasi, budaya dan religi, dikatakan pula bahwa Situs Liyangan nanntinya bisa menjadi ikon Kabupaten Temanggung, bahkan layak diangkat secara nasional menjadi Taman Konservasi.
" Situs Liyangan penting sekali, mulai nilai sejarah, cakupan luas wilayah, lokasinya strategis, didukung dengan pemandangan alam yang indah, ini bisa menjadi ikon baru Temanggung, Liyangan pantas untuk diangkat secara nasional, Pemerintah pusat, dalam hali ini Kemendikbud akan melakukan kajian lebih terencana " demikian yang dikatakan Windu Nuryati. 
Kalau nanti Liyangan dicanangkan sebagai Taman Konservasi, pasti akan jadi magnet baru untuk pariwisata, hal ini akan memberikan dampak positif bagi warga sekitarnya, perekonomian masyarakat setempat akan ikut terbantu, dengan terlibatnya dalam industri wisata, pembuatan cendera-mata, kuliner, dan aneka oleh-oleh dan lain sebagainya.

Sunday, November 18, 2012

Mencari Oleh-Oleh Khas Temanggung




Setiap bepergian atau berwisata ke manapun, tentu kita ingin membawa kesan yang kita dapat dari tempat yang kita kunjungi. Kesan ataupun kenangan itu bisa berupa dokumentasi atau cenderamata, bisa juga makanan khas daerah setempat yang tidak didapat di rumah.
Banyak sekali potensi wisata di Kabupaten Temanggung yang bisa dikembangkan, dan hanya baru sebagian kecil saja yang sudah disiapkan, selebihnya seperti dibiarkan tanpa perhatian, sehingga seperti gadis cantik yang tak dikenal orang, karena tak pernah dandan dan tak diberikan akses untuk dikenal orang.
Agaknya Pemerintah Daerah masih enggan mengalokasikan dana untuk menyiapkan infrastruktur pendukung di lokasi wisata, sehingga para investorpun ikut enggan melirik potensi daerah tersebut. Padahal terbangunnya prasarana yang baik juga memberikan outcome berupa kesejahteraan masyarakat lokal, setidaknya lancarnya lalu lintas ekonomi masyarakat desa, plus pendapatan lain kalau wilayahnya menjadi lokasi wisata.
Dampak positif lain yang didapat dengan berkembangnya wisata, diantaranya adalah tumbuhnya usaha industri rumahan, seperti produk-produk oleh-oleh souvenir, makanan kecil dan masih banyak lagi.

Pusaka Saujana Borobudur Terancam Bahaya



" Borobudur yang dikelilingi Gunung Sumbing, Sindoro, Merapi, Merbabu, Telomoyo, Andong, Tidar dan pegunungan Menoreh seperti saujana dalam cekungan bejana. Nilai pendidikan dan ilmu pengetahuan di dalam kesatuan saujana tersebut, meliputi arkeologi dan sejarah, bentang lahan, sosial budaya, filosofi dan religi "  demikian kata Ir Dwita Hadi Rahmi, MA, saat ujian promosi doktor di Fakultas Geografi, Selasa ( 13/11/2012 ).
Disampaikan pula oleh dosen Jurusan Arsitektur dan Perencanaan UGM itu bahwa, wujud dan nilai keunggulan pusaka saujana Borobudur dilandasi oleh Mandala Borobudur.
Dalam ujian yang dipromotori Prof Dr Sudiyakto, MS, co Promotor Prof Dr Sutikno dan Dr Ir Laretna T Adhisakti M.Arch. Dwita juga menyampaikan " Kristalisasi konsep pusaka saujana Borobudur merupakan penyatuan dari wujud, nilai keunggulan dan Mandala Borobudur "

Ribuan Cagar Budaya Rawan Hilang



" Kita punya situs banyak sekali, secara nasional kurang lebih ada 20.000 benda cagar budaya, tapi saat ini baru tercatat sekitar 6.000, dan yang 14.000 belum berhasil dicatat secara resmi " demikian kata Windu Nuryati, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Kebudayaan usai memberikan sebuah paparan di Pendopo Jenar Temanggung, dalam kunjungannya di Kabupaten Temanggung , Jum'at ( 16/11/2012 ).


Windu Nuryati juga mengkhawatirkan kalau ribuan benda cagar budaya tersebut hilang karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, padahal keberadaan peninggalan peradaban masa lampau tersebut sangat berguna untuk kepentingan berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Festival Dalang Cilik 2012



Pendopo Ndalem Yudoningratan yang berada di Jalan Ibu Ruswo 35 Yogyakarta, pada tanggal 12 - 13 Nopember 2012 banyak dikunjungi orang. karena saat itu Dinas Kebudayaan DIY bekerja sama dengan Balai Pelsetarian Nilai Budaya Yogyakarta, Pepadi Kabupaten/ Kota dan Pepadi DIY menyelenggarakan Festival Dalang Anak dan Remaja. 
GBPH Yudoningrat, Kepala Dinas Kebudayaan DIY mengatakan: " Kegiatan ini menjadi salah satu media pelestarian wayang, selain itu ajang ini untuk menumbuhkan ketertarikan kalangan muda terhadap wayang " kemudian lanjut putra Sri Sultan Hamengkubowono IX itu " Saya juga berharap melalui acara ini juga menjadi media regenerasi seniman, khususnya bidang pedalangan, wahana kreativitas, dan apresiasi seni dan budaya "

Saturday, November 17, 2012

Jadi Pengantin Setiap Malam 1 Syura


Pernahkah anda membayangkan, bagaimana rasanya setahun sekali menjadi pengantin, bukan cuma pengantin sembarangan, upacara perkawinannyapun digelar sangat meriah, sampai mementaskan wayang kulit semalam suntuk. Ini wajib dilaksanakan oleh seorang Kepala Desa Traji Kecamatan Parakan Kabupaten Temanggung, dan kalau sampai tidak melaksanakan pasti akan diprotes oleh warga masyarakatnya.

Tapi jangan anda buruk sangka dahulu, anda pasti berpikir alangkah senangnya  Kepala Desa Traji karena akan memiliki banyak isteri, harap diketahui perkawinannya bukan dengan isteri baru, melainkan perkawinan ulang dengan isterinya sendiri yang telah dinikahi secara syah, begitulah tradisi unik yang selalu dilakukan oleh masyarakat Desa Traji setiap tanggal 1 Syura, tradisi ini telah berjalan sejak 200 tahun yang lalu, siapapun yang menjabat kepala desa di Traji harus melakukan hal serupa.

Tuesday, November 13, 2012

Sendratari Mahakarya Borobudur



Abad ke VIII masa dynasti Syailendra, saat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi orang mengira belum secanggih masa kini, arsitek Gunadharma telah mampu menjawab tantangan Raja Samaratungga untuk merancang-bangun sebuah bangunan monumental supermegah tak tertandingi sepanjang abad. Candi Borobudur adalah yang dimaksud, kita terus berpikir bagaimana mungkin pada abad itu ketika sarana dan prasarana masih serba manual tradisional ( menurut perkiraan kita ), telah bisa menghasilkan sebuah bangunan konstruksi yang seharusnya dilakukan serba mekanik bahkan dengan hightech, faktanya Borobudur telah berdiri megah bahkan sampai sekarang.

Monday, November 12, 2012

Kirab Songsong Djojonegoro



Masih dalam rangkaian acara peringatan hari jadi Kabupaten Temanggung, 10 November 2012 telah genap usia ke 178. Satu tradisi turun temurun yang tak pernah ditinggalkan adalah penggantian Songsong Djojonegoro, atau penggantian payung di makan bupati pertama Temanggung.
Prosesi penggantian Sonsong Djojonegoro tahun ini dilaksanakan pada Jum'at ( 9 November 2012 ), di kompleks makam Kanjeng Raden Tumenggung Adipati Aryo Djojonegoro, yang berada di belakang Masjid Agung Darussalam Temanggung, seperti adat kebiasaan yaitu sehari sebelum hari H.

Napak Tilas Pembantaian Progo

10 November selalu menjadi saat yang istimewa bagi masyarakat Kabupaten Temanggung, karena pada tanggal 10 November terjadi dua peristiwa bersejarah di kota Temanggung yang berada di tepian kali Progo,  selain diperingati sebagai hari pahlawan, juga bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Temanggung.
Pada peringatan hari jadi Kabupaten Temanggung telah digelar serangkaian acara secara berantai, begitu juga tak kalah pentingnya peringatan hari Pahlawan yang selalu dilaksanakan dengan penuh khidmat dalam upacara bendera di alun-alun kota Temanggung, tahun 2012 ini upacara bendera dipimpin oleh Bupati Temanggung Drs Hasyim Afandi. 
Untuk mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsapun di tengah pelaksanaan upacara dilakukan mengheningkan cipta selama 6 menit, suara sirine dan bedug Masjid Agung Darussalam bertalu-talu, sungguh memilukan dan menyayat hati, terkenang pengorbanan pahlawan yang telah menumpahkan darah untuk tanah air tercinta.

Thursday, November 8, 2012

Tradisi Angon Putu di Temanggung


Rabu 7 Nopember 2012, hari masih pagi di lereng Gunung Sindoro ditandai kokok ayam bersaut-sautan seiring terbitnya matahari. Ada kesibukan luar biasa di rumah kakek Sukarto Pangat (87 th) dan nenek Misiyah (82 th), Dusun Limbangan Desa Balesari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung, memang hari sangat istimewa bagi kakek nenek yang  menikah tahun 1948 itu, dari 65 tahun usia perkawinannya lahir 8 anak, 21 cucu dan 13 buyut, dan hampir semua anak, cucu dan buyut berkumpul semua, hanya 5 cucu yang tidak berada karena masih kuliah dan mengikuti ujian, kalau dihitung jumlah anggota kelauarga besarnya berikut para menantu 53 jiwa.
Kegembiraan keluarga besar kakek Sukarto dan nenek Misiyah terlihat ketika mereka bersama-sama sarapan pagi, yang telah disiapkan anak cucu sejak pukul 03.00, maklumlah untuk keluarga sebanyak itu butuh waktu tersendiri dalam menyiapkan makan besar.
Selesai sarapan bersama kakek Sukarto dan nenek Misiyahpun menggiring anak, cucu dan buyutnya, menuju Pasar legi Parakan, sejumlah 12 mobil telah disiapkan berikut pengawalan oleh Polisi. Itulah prosesi awal tradisi angon putu yang akan dilaksanakan kakek nenek Dusun Limbangan ini.

Monday, November 5, 2012

Pameran Warisan Budaya Dunia



Senin 5 Nopember 2012, melangkahkan kaki di Hall Atrium Arjuna Plaza Simpanglima Semarang, ada kesibukan tak seperti biasanya, memang di tempat itu tengah dipersiapkan untuk ruang pamer. Tidak tanggung-tanggung kegiatan yang akan dilakukan adalah Pameran Bersama Warisan Budaya Dunia.
Maksud dan tujuan pameran ini adalah dalam rangka menyongsong Visit Jawa Tengah 2013, setidaknya setelah menyaksikan pameran ini para wisatawan manca negara sudah bisa mencatat agenda kunjungan ke berbagai obyek di Jawa Tengah. Tujuan lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan kebanggaan warga masyarakat  terhadap jati diri bangsa 

Festival Budaya Temanggung 4 Tahun 2012



Minggu  4 Nopember 2012, sejak pagi kota Temanggung telah penuh dengan hiruk pikuk warga yang datang dari berbagai desa di lereng Gunung Sumbing - Sindoro. Memang hari itu di kota Tembakau itu bakal di gelar event tahunan seperti waktu-waktu sebelumnya.
Sebuah hajatan wajib Kabupaten Temanggung setiap memperingati hari jadinya yang bertepatan dengan hari pahlawan 10 Nopember, kali ini genap ke 178.
Kabar santer adanya Festival Budaya Temanggung ke 4 hari itu yang membuat para warga berduyun-duyun datang ke kota Temanggung, maklumlah hiburan massal macam itu hanya terjadi setahun sekali. Beberapa persiapan telah dilakukan panitia sejak Jum'at ( 3/11 ) kemarin, seperti pembuatan panggung-panggung pertunjukan yang berada di beberapa titik lokasi, dari pertigaan Subur sampai dengan pertigaan BRI Unit di Pandean.

Sunday, October 28, 2012

Lingkaran Setan Bisnis Tembakau di Temanggung



Sebagai negara agraris dengan potensi alam yang subur, tongkat kayu dan batupun jadi tanaman di sepanjang gugusan kepulauan dari Sabang sampai Merauke, mestinya hal ini bisa memakmurkan rakyatnya yang mayoritas petani. Namun alih-alih makmur, kenyataannya para petani di negeri ini justru menjadi pelengkap penderita, dari permainan bisnis kaum kapitalis.
Tak jauh beda yang terjadi di daerah Temanggung, 70% dari 750 ribu penduduknya berprofesi sebagai petani, dan tembakau adalah salah satu komoditas andalannya.
Lereng gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu adalah lahan subur yang bisa menghasilkan tembakau memiliki kualitas terbaik kelas dunia, namun apakah dengan demikian telah membuat para petani penghasil tembakau menjadi sejahtera, jawabannya No Way, tidak semuanya atau selamanya demikian.

Sebuah Catatan Kaki di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2012





Mumpung belum terlupa, ada baiknya saya pindahkan sedikit catatan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup, 5 Juni 2012 yang lalu ke dalam  Blog ini. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diperingati sebagai apresiasi atas Deklarasi Stockholm 5 Juni 1972, yang diakui sebagai tonggak kesadaran masyarakat dunia, atas pentingnya penanganan dan pemeliharaan lingkungan hidup.
Ada yang istimewa  pada peringatan kali ini, karena dirangkaikan dengan pencanangan Tahun Badak Internasional, tentu saja Indonesia yang berada diantara 11 negara tempat sebaran badak sangat mendukung, gagasan Presiden International Union for Conservation of Nature ( IUCN ) itu.


Pencanangan Tahun Badak Internasional merupakan bentuk kesadaran masyarakat dunia, tentang pentingnya komitmen, pandangan dan prinsip bersama, untuk secara kolektif melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan, tentu kita sepakat untuk melestarikan dan mencegah kepunahan badak yang tinggal tersisa di 11 negara, sebagaimana diamanatkan  KTT Bumi di Rio de Janeiro Brazil tahun 1992, yang menghasilkan kesepakatan global seperti, Kesepakatan Perubahan Iklim ( UNFCCC ), dan Kesepakatan Keanekaragaman Hayati ( UN CBD ).
Pada peringatan ke 20 KTT Bumi di Rio, Indonesia berperan sebagai Chairs High Level Eminent Person yang akan membahas capaian Millenium Development Goals, yang ditindak lanjuti setelah 2015.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang ditetapkan oleh United Nations Environment Progremme ( UNEP ) adalah “ Green Economy; Does it Include You ? “, untuk Indonesia tema itu disesuaikan menjadi  “ Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan “ yang berorientasi masa depan.
Prinsip Ekonomi Hijau tentu saja disesuaikan karakteristik, kondisi dan kebutuhan bangsa Indonesia, digulirkan pada proses penetapan berbagai bentuk kebijakan, perencanaan dan program, di berbagai sektor pembangunan ekonomi. Untuk mewujudkannya harus ada upaya, inisiatif untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, pengelolaan hutan, laut dan pesisir secara lestari. Seiring dengan pengembangan energi bersih dan terbarukan yang ramah lingkungan.

Tuesday, October 23, 2012

Banjarran Gatotkaca Diboyong ke Paris



Paris 22 Oktober 2012, Standing Ovation menggema di Auditorium 1 Markas Besar Unesco di Paris, tepuk tangan tidak kurang dari 1.200 penonton dari 129 negara seolah tiada hentinya, seperti sebuah keajaiban dari misi yang tadinya seperti mustahil dilakukan. Betapa tidak sebuah lakon " Banjarran Gatotkaca " yang dimainkan oleh Wayang Orang Indonesia Pusaka ini dipertunjukkan dalam konsep minikata, sedangkan pementasan lebih didominasi koreografi dan gestur pemain dan agak mengesampingkan antawacana. Penonton dengan perbedaan bahasa ternyata tidak butuh bahasa verbal untuk memahami keindahan tiap adegan demi adegan "Banjarran Gatotkaca".
Puncak keindahan yang memukau penonton itu terjadi ketika Gatotkaca gugur, setelah panah Adipati Karna menghujam ke tubuh Gatotkaca. Arimbi sang ibunda menagisi putranya dengan sesenggukan, sementara isteri tercinta hanya bisa tertunduk pilu. Bima ayahnda yang perkasapun tiada bisa berkata-kata, wajahnya menerawang jauh ke langit, mempertanyakan kebijakan para Dewa, kenapa harus terjadi kematian diantara keluarga Bharata. Iringan gamelan yang nglangut, membawa suasana yang menghanyutkan penonton.

Monday, October 22, 2012

Cerutu Rizona Bertahan Sejak Tahun 1909



Sebuah lebel kertas bermotif kayu dengan merk dagang tertera " Havana Extra Fine " menempel di kotak kayu sederhana, di dalamnya berisi 30 batang cerutu. Membaca merk itu pikiran saya langsung menuju ke Cuba, negara produsen cerutu terbesar dan terenak di dunia, namun setelah saya amati dengan teliti ternyata cerutu tersebut diproduksi di dalam negeri, lebih tepatnya produksi Pabrik Cerutu " Rizona " Temanggung, Jawa Tengah.
Saya memang bukan perokok, tapi komentar teman saya ketika mencoba cerutu itu " Surprise sekali rasanya, enak dan ringan, cocok untuk selera Indonesia, benar-benar mak nyus.... ". Sungguh membuat saya penasaran, bukan saya penasaran ingin merokok, namun penasaran ingin mengunjungi pabrik pembuatnya, toh masih di kota saya tercinta Temanggung.

Saturday, October 20, 2012

Ada Meteor Garden di Wonotirto Temanggung



Jum'at 11 Mei 2001, hari masih pagi sekitar pukul 08.30 di lereng Gunung Sumbing, belasan warga Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung tengah melakukan aktifitas sehari-hari di ladang tembakau, tiba-tiba mereka dikejutkan suara gemuruh disertai ledakan keras menyusul 2 buah benda jatuh dari langit, setengah jam kemudian hal itu terjadi lagi, sebuah benda serupa jatuh di jalan desa 1 Km dari permukiman penduduk, tentu saja hal tersebut mengundang rasa penasaran para penduduk desa Wonotirto. 
Ternyata hanya benda berbentuk batuan sebesar kepalan tangan orang dewasa, diantara warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melapor kepada perangkat desa, laporanpun berlanjut hingga ke tingkat Kabupaten.


Untuk keperluan penelitian maka benda langka itu dibawa ke Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta, misteripun terkuak, benda jatuh itu adalah sebuah meteor, memang ini sebuah peristiwa langka terjadi di Jawa, setelah berselang 17 tahun pasca jatuhnya meteor di Desa Jumapolo Kabupaten Karanganyar pada tahun 1984. Menurut Rektor IST Akprind, Ir Sudarsono, MT, setiap tahun rata-rata ada 150 meteorit jatuh ke bumi, namun meteorit yang jatuh di Desa Wonotirto tersebut mempunyai catatan sejarah tidak seperti yang lain.   

Tuesday, October 16, 2012

Guinness World Records untuk Cinta Rama dan Shinta


Lembaran kisah cinta sejati yang indah mengawali asmara antara Putra Mahkota Tampan dari Negeri Ayodya bernama Rama Wijaya dengan Putri Raja jelita dari Negeri Manthili bernama Dewi Shinta. Rajut asmara bertaut dari kedua remaja itu saat Rama memenangkan sayembara atas Shinta yang di adakan Prabu Janaka ayahanda Shinta, dan Ramapun meminang cinta Shinta.
Namun malapetaka menginginkan Rama terpisah dengan Shinta, Prabu Rahwana Raja Alengka  yang sedang gandrung menculik Shinta untuk diperisteri. Dalam cengkraman raja raseksa itu Shinta teguh mempertahankan cinta sucinya. 
Sayangnya Rama sangsi atas kesucian cinta Shinta, ketika Rama berhasil mengalahkan Rahwana, Shinta ditolak kerinduannya bertemu Rama. Untuk membuktikan kesucian cintanya Shinta menceburkan diri dalam kobaran api, karena kebenaran atas cinta sejatinya Shinta ditolong Dewi Api. Akhirnya Rama menerima cinta sejati Shinta, dan cintapun bersinggasana di atas mahkota kerajaan Ayodya.
Kisah cinta ini menginspirasi pementasan Sendratari Ramayana bertajuk " Api Suci " yang digelar di pelataran Candi Prambanan.

Sunday, October 14, 2012

Ayam Kedu, Satwa Khas Temanggung



Rabu ( 28/9/2012 ) dalam acara Puncak Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Nasional di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat, Kabupaten Temanggung menerima Surat Keputusan Menteri Pertanian RI mengenai penetapan galur Ayam Kedu dengan persebaran geografisnya di Kabupaten Temanggung. 
Ayam Kedu bersama dengan jenis ternak lain dari berbagai daerah di wilayah Indonesia mendapatkan galur atau rumpun ternak, dari Kementrian Pertanian, dengan demikian Ayam Kedu resmi diakui sebagai ayam khas Temanggung, yang tidak ditemukan di daerah lain.

Wednesday, September 26, 2012

Belum Juga Reda Api G. Sindoro, Kini G. Sumbing dan G. Prahu Terbakar


Selasa ( 25/9 ) menjelang subuh dini hari titik api di gunung Sindoro sudah tidak telihat lagi, mendekati siang hari petugas pemadaman mulai turun gunung, mendadak terlihat lagi kepulan asap. Petugaspun mengurungkan niatnya untuk istirahat pulang, mereka harus naik lagi memadamkan bara api yang tersisa di tonggak-tonggak kayu.
Belum juga hilang rasa lelah, belum juga usai memadamkan api di gunung Sindoro, siang itu juga pukul 11.00 siang Petugas di Resor Pemangku Hutan ( RPH ) Kecepit melaporkan bahwa Petak 20 punggung gunung Sumbing terbakar. Menyusul kemudian laporan dari BKPH Candiroto bahwa petak 1 Gunung Prahu juga terdapat titik api.
Dilaporkan juga bahwa Petugas dari Anggrung Gondok Wonosobo tengah melakukan upaya pemadaman, sementara itu personil RPH Kecepit masih konsentrasi pada pemadaman di RPH Kwadungan Gunung Sindoro, direncanakan setelah Sindoro benar-benar padam mereka akan menyusul ke dua gunung tersebut.

Monday, September 24, 2012

Bara Api di atas Sindoro


Hutan Lindung di Gunung Sindoro yang sehari-hari menjadi pemandangan yang indah, kini tampak mengkhawatirkan, masalahnya di hutan itu tampak asap mengepul putih, dan di malam hari terlihat pemandangan tidak seperti hari-hari sebelumnya, sederetan api menyala merah, lebih-lebih bila tertiup angin besar, dari kaki gunung api itu nampak berkobar.
Sering sekali kebakaran hutan seperti itu terjadi di Gunung Sindoro maupun Gunung Sumbing, sejak bulan Agustus hingga September telah puluhan kali terjadi kebakaran, di wilayah Bagian Kesatuan Pemangku Hutan ( BKPH ) Temanggung. Selain faktor alam akibat kemarau panjang, kebakaran diduga oleh faktor manusia yang sengaja membakar hutan secara tidak bertanggung jawab.

Sunday, September 16, 2012

Kuda Lumping is The Best Art in The World




Pada acara The 14th Merapi and Borobudur Seniors Amateur Golf Tournament Competiting The Hamengku Buwono X Cup di Kota Magelang yang baru lalu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan bahwa kesenian Jaran Kepang ( Kuda Lumping ) paling jelek di dunia. 
Ucapan Bibit Waluyo itu terus menuai kecaman dari berbagai pihak, baik dari para Pelaku Seni, Pemerhati Seni serta Para Tokoh Masyarakat. Tidak ketinggalan para seniman dan seniwati dari lereng Sumbing - Sindoro Temanggung, Sabtu ( 15/9/2012 ) menggelar unjuk rasa keprihatinan atas statement orang nomor satu di Jawa Tengah itu, sungguh sangat disesalkan.
Sebagai seorang pemimpin seharusnya memberikan bombongan, dukungan spirituil, dorongan semangat ketika mendapati karya atau kreasi warganya tengah tidak seperti yang diharapkan, agar karya mereka lebih baik di masa  mendatang. Apabila ada kekurangan dalam suatu karya, bukankah mereka juga warga binaannya, seharusnya berikan pembinaan, dukungan finansial bila perlu, agar kekurangannya tertutupi, keberhasilan warganya kan juga kebanggan Sang Pemimpin.

Thursday, September 13, 2012

Segudang Talenta dari Temanggung



Mengenang kejayaan musik rock di era 80 sampai 90an, jadi ingat beberapa rock band ternama di negeri ini, taruhlah beberapa rock band yang punya nama besar dan berjaya saat itu seperti God Bless, SAS, Bumerang, Jamrud, Elpamas, Power Metal, Grass Rock dan band-band lain yang pernah muncul ke permukaan lewat tangan dingin promotor musik Log Zhelebour. 
Ada beberapa nama rock band yang perlu kita catat dalam sejarah musik rock tanah air, dan ternyata diantaranya terdapat beberapa nama anak-anak Temanggung. Bagi anak muda yang pernah mengalami sejarah perjalanan musik pada era 80 sampai 90an itu pasti masih ingat nama band besar asal Temanggung, catatlah sebuah nama Rolland Band dan Teaser.

Monday, September 10, 2012

Legenda Posong dan Sejarah Pangeran Diponegoro




Kedu, hari Kamis titimongso 5 bulan Haji tahun Be ( 31 Juli 1825 ), Pangeran Diponegoro mengirimkan surat perintah kepada rakyat Kedu yang berbunyi:
“Inilah soerat dari saja Kangdjeng Goesti Pangeran Diponegoro dan Pangeran Mangkoeboemi di Ngajogjakarta kepada semua teman saja di Kedoe
Memberitahoekan bahwa negari Kedoe sekarang telah saja minta
Semoea orang, ja’ni semoea orang lelaki, perempoean, besar dan ketjil haroeslah mengetahoeinja
Adapoen orang jang telah mengetahoei surat oendangan saja ini hendaknja dengan segera menjediakan sendjata agar dapat mereboet negari dan membetoelkan agama Rosoel serta mereboet toedjoeh iman
Djika ada jang berani dan tidak maoe mempertjajai boenji soerat saja ini, pasti saja potong lehernja”  

Surat tersebut ditanggapi seluruh rakyat Kedu, hanya dua bulan setelah itu meletuslah peperangan besar di daerah kedu, hal itu disebutkan dalam surat Jenderal De Kock ( 28 September 1825 ) kepada Residen Kedu Loe Clereg, yang menyatakan bahwa dalam peperangan itu Pos Selatan Karesidenan Kedu, Kalijengking pada pagi hari diserbu pasukan jumlah besar, dan menewaskan Letnan Hilmer.

Sunday, September 9, 2012

Sebuah Cerita dari Negeri Tembakau ( part 1 )



“ INILAH NEGERI TEMBAKAU “ kata Mbah Merto menyambut saya begitu turun dari kendaraan yang mengangkut saya ke desa di lereng gunung Sindoro, ketika saya mengunjungi Desa Bansari yang  tengah panen raya tembakau, lalu ia mengajak masuk ke rumahnya dan menyilakan saya duduk di amben ( balai-balai ), sebuah slepen ( tempat tembakau dari anyaman rumput mendong ) dikeluarkan dari saku celananya, isinya tembakau, kertas sigaret cap Topeng, cengkeh rajangan cap Ndorit, dan korek api.
“ Ses Mas “ tawaran akrab Mbah Merto mengajak bareng-bareng merokok Ting-We ( nglinting-dewe = melinting sendiri )
“ Terima kasih, ini saja Mbah lebih enak “ teman saya balas menawari rokok buatan pabrik kepadanya
“ Terlalu ringan Mas, saya nggak marem kalau nggak nglinting sendiri “

Rokok Ting-We bagi Mbah Merto ( 87 th ) sudah menjadi menu wajib sehari-hari, begitu luang segera ia mengeluarkan isi slepennya, bahkan sambil melakukan aktifitas  rokok lintinganpun tak pernah lepas dari bibirnya, usianya memang sudah senja, namun kesehatannya masih baik dibandingkan dengan orang kota seusianya yang dimanjakan oleh makanan yang lebih bergizi.
Meskipun sudah tua,  Mbah Merto masih kuat mengelola ladangnya yang berada di Deles, yaitu ladang yang berada di bawah hutan puncak gunung Sindoro, bayangkan saja untuk sampai di Deles ia berangkat jam 04.00 pagi, berjalan kaki sambil memikul pupuk kandang sampai di lokasi jam 07.00
Ketika saya mencoba naik ke Deles mengikuti route Mbah Merto, mandi keringat bukan main lelahnya, harus ngaso empat kali dengan nafas yang ngos-ngosan tak karuan, padahal saya bukan perokok seperti Mbah Marto.

Yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang perokok berat semacam Mbah Merto sampai di usia 87 kesehatannya masih prima, masih kuat mencangkul, memikul beban, tidak seperti yang digambarkan orang tentang seorang perokok berat dengan paru-paru bengek.
Bukannya saya ingin menepis pendapat ahli tentang bahaya rokok, saya setuju dengan hal itu, karena semua berdasarkan hasil penelitian ilmiah.



Sebuah Cerita dari Negeri Tembakau ( part 2 )



Siang yang panas di NEGERI TEMBAKAU, cuaca yang sangat disenangi warga di lereng gunung Sindoro desa Mbah Merto berada, pasalnya alamat jemuran tembakaunya bakal kering dengan baik. Sementara itu daun tembakau yang baru dipetik dari ladang mulai pagi tadi telah digulung dan diletakkan di pemeraman. Rencananya nanti malam akan ngrajang lagi tembakau yang telah menguning hasil petikan sebelumnya.
Dalam usia sepuh tampak Mbah Merto masih semangat, membantu kerja anak-anaknya membalik rigen jemuran tembakau, lalu kembali berteduh di teras rumah, sekali lagi ia menyulut rokok Ting-We ( nglinTing deWe = melinting sendiri )  yang selalu menemani sepanjang hidupnya.

Ketika para petani ramai-ramai ke Jakarta untuk unjuk rasa menentang RPP Tembakau yang baru lalu, iapun tak ketinggalan ikut serta, ada keresahan yang amat sangat apabila RPP itu disyahkan. Terbayang olehnya para petani tembakau akan kehilangan penghasilan, bagaimana tidak tanaman tembakau ini sejak bibit hingga menjadi rokok telah melibatkan jutaan tenaga kerja yang memperoleh kehidupan, memang bisa petani beralih ke tanaman lain, namun tidak akan sehebat pengaruhnya seperti bertani  tembakau.

Monday, September 3, 2012

Kesenian Clengklungan Khas Temanggung



Teringat masa kecil di kampung, menemani seorang kawan selepas sekolah, mengembala kerbau di sawah yang habis di panen, sambil berteduh dibawah pohon mengamati segala gerak-gerik kerbau gembalaannya, kawan saya itu dengan mahirnya merakit sebuah alat musik sederhana, yaitu memakai payung keruduk ( semacam caping besar yang dibuat dari clumpring bambu ) lalu merentangkan suket ( rumput ) grinting yang diambil dari tepian pematang sawah. Dan jadilah sebuah alat musik petik dengan nada yang khas, setelah menyetem sebentar mengatur nada lalu dipetiklah alat itu sambil menyanyikan tembang macapat. Alangkah indahnya menikmati alunan melodi mengiringi tembang seiring semilirnya angin nan sejuk, membuat saya terkantuk-kantuk tiduran di akar pohon yang rindang. Herannya darimana dia mendapat ilmu merakit alat musik itu, ternyata ketrampilan itu diwariskan dari orang tuanya, turun-temurun dari kakek buyut sampai cicitnya. Belakangan baru saya tahu alat musik itu bernama Cengklungan.

Sekar Jipan'x dari Temanggung dihidangkan di TMII


Sebuah catatan bulan Juni yang tercecer di TMII




Minggu 17 Juni 2012 mulanya sekedar mengisi waktu mengunjungi Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), tak tahunya Kabupaten Temanggung tengah mendapatkan giliran untuk mengisi pentas di anjungan Jawa Tengah itu, jadi sebuah surprize bagiku, mendapat kesempatan menyaksikan pertunjukan Kesenian Khas Temanggung, kali ini para Seniman-Seniwati Temanggung dengan indahnya  menghidangkan Sekar Jipan'x kepada para pengunjung TMII.
Kus Bandrio Perwakilan Jawa Tengah di TMII menyampaikan bahwa selain pentas kesenian tersebut, dalam rangka menunjang suksesnya Pariwisata Jawa Tengah  juga diadakan Pameran Produk dari Kabupaten/ Kota se Jawa Tengah, diantaranya batik dari berbagai daerah dan makanan-makanan khas daerah se provinsi Jawa Tengah, bukankah ini yang dinamakan pucuk dicinta ulam tiba, karena selain menikmati indahnya seni budaya juga tersaji makanan khas yang bisa menggoyang lidah.

Sunday, June 24, 2012

Pagelaran Matah Ati telah Menghipnotis Mata dan Hati



Sekuntum asmara antara seorang Pangeran dan seorang Gadis dari desa Matah, berbingkai keindahan cinta yang agung namun bersinggungan dengan kematian, semboyan sang Pangeranpun sangat tersohor membuat miris dan menggetarkan jiwa " Mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh " atau dalam arti bebasnya " Mati satu mati semua, berjaya satu berjaya semua ".
Memang itu bukan saja semboyan sang Pangeran dalam memaknai cinta kepada sang kekasih, namun lebih pada cinta yang lebih tinggi derajatnya, yaitu cinta kepada tanah tumpah darahnya, dalam mengobarkan semangat melawan penjajahan Kompeni Belanda.
Kini lakon kisah cinta klasik antara Raden Mas Sa'id dengan gadis Rubiyah yang terbalut dalam kisah  perjuangan melawan penjajah tersebut digarap secara kolosal, dalam pagelaran spektakuler di Taman Ismail Marzuki ( TIM ) pada 22 - 25 Juni 2012 ini, sebuah pagelaran Tari Jawa yang pernah mengguncang Teater Esplanade Singapura pada 2010.

Tuesday, June 19, 2012

Kabar Terakhir Situs Liyangan Temanggung ( part 2 )



Temanggung 20 Juni 2012, Kompleks Situs Liyangan, di Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung setelah beberapa kali diekskavasi, dan melalui pemetaan awal kini dibagi menjadi tiga sektor.
Pembagian itu untuk memudahkan penilitian Ketua tim Peneliti Situs Liyangan, dari Balai Arkeologi Yogyakarta. Sugeng Riyanto mengatakan, bagian pertama adalah sektor I berada di sekitar kompleks candi yang saat ini tengah dilakukan penggalian. Sektor II berada di perkampungan Liyangan, dan sektor III terletak di seberang sungai Tempurung.

Kabar Terakhir Situs Liyangan Temanggung ( part 1)

STRUKTUR SITUS LIYANGAN TERLIHAT.



Temanggung 19 Juni 2012, Struktur bangunan situs perkampungan Mataram Kuno abad X di Dusun Liyangan, Desa Purbosari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung semakin terlihat jelas, setelah sepekan ini kembali dilakukan eskavasi oleh balai Arkeologi Yogyakarta.

Tuesday, June 5, 2012

Sebuah Renungan di Hari Lingkungan Hidup ( part 2 )

6 Juni 2012




Berbicara mengenai Lingkungan Hidup ada baiknya kita tarik dulu ke belakang, tentang pola pikir dan sikap hidup masyarakat dalam memperlakukan lingkungannya. Umumnya di Negara manapun manusia cenderung mengedepankan egoism, ingin mendapatkan keuntungan lebih dalam mengeksplorasi alam tanpa memandang kerusakan yang ditimbulkannya. Namun apabila telah terjadi bencana akibat kerusakan itu, yang dilakukan adalah saling menyalahkan, sudah barang tentu yang disalahkan adalah pihak lain, sistemnya, aturannya dan sebagainya, padahal justru merekalah para pelanggar aturan itu.

Mari kita breakdown ke skala lebih keci lagi, di Negara kita. Mulailah kita tinggalkan cara saling menyalahkan, dan memulai dengan berbuat dan memperbaiki. Langkah pertama adalah memperbaiki pola pikir sikap dan perilaku yang salah. Masa yang paling baik atau golden opportunity untuk memasukkan nilai, untuk membentuk sikap dan perilaku seseorang, itu adalah pada masa ketika dia mengikuti pendidikan di taman kanak-kanak, di sekolah dasar, dan di sekolah menengah. Sembilan sampai dua belas tahun pertama, itu adalah masa yang paling berharga karena di situlah kita bisa membangun sikap dan perilaku seseorang, to create, values and behaviour. Itulah saat yang tepat untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan.
Langkah berikutnya adalah merubah system yang salah, menata kembali regulasi dan aturan pengelolaan sumber daya alam, diantaranya hutan.
Dalam konteks ini Pemerintah harusnya menetapkan sejumlah kebijakan dan aksi nyata untuk menjaga hutan. Beberapa hal menjadi kebijakan ataupun program aksi yang harus dilakukan adalah:

Sebuah Renungan di Hari Lingkungan Hidup ( part 1 )

6 Juni 2012


 
Sejak revolusi industri pada abad ke-18, bangsa-bangsa di dunia dalam mengejar pertumbuhan ekonominya, dan membangun negerinya melakukan cara-cara yang tidak benar. Ada kesalahan, ada kecerobohan, ada keserakahan di dalam menggunakan sumber-sumber kehidupan, akibatnya terjadilah kerusakan lingkungan. Itu realitas masa kini akibat apa yang dilakukan oleh umat manusia di masa lalu.

Apa yang akan terjadi ke depan, 30 tahun mendatang, keadaannya akan sungguh rawan dan bisa berbahaya. Mengapa? Penduduk dunia sekarang ini jumlahnya 7 miliar, akan meningkat menjadi 9 miliar manusia dalam waktu sekitar 30 tahun mendatang. Sampai ke era itu, masa itu diperlukan tambahan sumber pangan 70% dari yang ada sekarang ini, kebutuhan energi juga antara 60-70% dari yang kita konsumsi sekarang ini, di situlah persoalannya.

Dengan lingkungan yang sebagian telah rusak seperti ini sangat tidak mudah untuk meningkatkan produksi pangan 70% dari sekarang. Demikian yang dikatakan pakar yang mengerti tentang agriculture, tentang food security.
Untuk memenuhi 60% kebutuhan energi, telah  menguras begitu saja minyak, gas, dan batubara, maka yang terjadi adalah kerusakan lingkungan yang lebih parah lagi karena mengganggu iklim akan menimbulkan perubahan iklim dan pemanasan global, climate change and global warming.
Solusinya 7 miliar manusia harus sungguh sadar dan bekerja keras, serta cerdas mulai sekarang, tidak menunggu esok untuk betul-betul bersama-sama menyelamatkan lingkungan kita. Caranya tidak sulit sebetulnya, teorinya, tetapi implementasinya memerlukan kesungguhan yang luar biasa. 

Thursday, May 31, 2012

" Boyong Menoreh " Temanggung Memukau di Pesta Tari Rakyat Jateng




Kesenian memang lahir dari tradisi dan budaya masyarakat, sebagai refleksi dari kehidupan sosial, religi maupun ekonomi. Meskipun ada juga yang lahir dari karya seniman ketika menangkap fenomena dalam masyarakat dan alam sekitarnya.
Latar belakang apapun yang mengilhami karya seniman, selalu saja menggambarkan kebersamaan, gotong royong dan semangat guyup-rukun dalam kehidupan sosial masyarakat. ataupun harmoni dengan alam dan lingkungannya.
Setiap bentuk seni tari rakyat selalu menunjukkan nuansa kegembiraan, keceriaan dan optimisme menghadapi kehidupan.
Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta ( TBS ) selama tiga hari ( 28-30 Mei ) telah menjadi telah menjadi ajang ekspresi para seniman-seniwati Jawa Tengah, yang terdiri dari 12 kelompok kesenian berbagai daerah dalam Pesta Seni Tari Rakyat 2012, mereka secara bergiliran menyajikan tari rakyat unggulan daerah masing-masing.
Sebagian besar kesenian yang diusung adalah garapan baru yang mempunyai akar kesenian rakyat yang berkembang di daerahnya. Empat bentuk tari rakyat menghibur di depan ratusan penonton yang memadati TBS pada hari pertama, diantaranya Tari Boyong Menoreh ( Temanggung), Tari Ngoser ( Purbalingga ), Tari Lembuseno ( Boyolali ) dan Tari Kretek ( Kudus ).

Sunday, May 27, 2012

Wayang dalam Teknologi Digital


Dari waktu ke waktu teknologi selalu memunculkan inovasi-inovasi baru, perkembangan teknologi sangat akseleratif seiring trend dan perkembangan zaman, teknologi memang mampu menciptakan sesuatu yang baru, dan bisa saja memodifikasi sesuatu yang bersifat tradisional menjadi lebih modern. Contohnya tiga sekawan anak muda kreatif  Mawan Sugiyanto, Rina Mardiana dan Dhiny ini telah mampu memodifikasi sebuah kesenian klasik warisan budaya bangsa yang baru-baru ini dinobatkan sebagai warisan mahakarya dunia seperti Wayang Kulit, seni bertutur ini oleh ketiga anak muda itu dihadirkan dalam format baru e-wayang ( wayang elektrik ), uniknya ketiganya adalah alumnus Institut Pertanian Bogor.
Pada tahun 2010 mereka mempresentasikan karyanya di hadapan sejumlah pejabat untuk mendukung sebuah penelitian tentang wayang yang sedang dilakukan Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) dan lembaga Riset dan Teknologi, tidak hanya berhenti disitu saja ketiganya terus mengembangkan dan mempromosikan e-wayang di jejaring sosial seperti Facebook dan Wibsite.

Saturday, May 26, 2012

Tradisi Sadranan di Temanggung



Kokok ayam mengawali pagi seiring terbitnya matahari, di pagi yang dingin itu, warga desa Ngropoh telah berduyun-duyun membawa tenong dan bucu, menuju sebuah bukit kecil di pinggiran desa yang terdapat sebuah komplek pemakaman. Sudah menjadi tradisi turun-temurun yang lama berlangsung puluhan tahun, setiap setiap hari Jum'at Wage di bulan Rajab, warga setempat menggelar ritual sadranan.

Wednesday, May 23, 2012

Arsitek Candi Borobudur dan Prambanan adalah "Wong Temanggung"

Tulisan:  Gus Sroff  dalam " Temanggung Berdiskusi " 23 Mei 2012



Tulisan ini menyajikan pandangan lain tentang sepak terjang Sri Maharaja Rakai Pikatan Mpu Manuku, Raja Mataram Kuno dari “Temanggung” yang kadang terlupakan, karena tenggelam dalam kemasyhuran nama Raja Samaratungga, yang selama ini diketahui sebagai tokoh dibalik pembangunan Candi Borobudur. Padahal bukan tidak mungkin, sebenarnya justru Rakai Pikatanlah yang membangun Candi Borobudur, dan juga Candi Prambanan.
Sejarah yang kita ketahui sekarang, biasanya dikenal melalui tulisan orang pada jaman dahulu yang berupa prasasti atau peninggalan lain yang terkadang tidak lengkap, atau bahkan juga sangat tergantung pada tendensi atau tujuan si pembuat prasasti tersebut, misalnya saja demi kemasyhuran namanya, atau demi pengakuan dari rakyatnya. Sehingga untuk melengkapinya, arkeolog kadang memasukkan dugaan-dugaan atau perkiraan mereka, agar kisah pada masa lalu tersebut bisa memiliki benang merah, tak terkecuali kisah tentang Rakai Pikatan. Seorang Maharaja Mataram kuno, bekas Penguasa Watek Pikatan, suatu wilayah yang kini merupakan salah satu nama desa di Kabupaten Temanggung.

Launching Anthologi Puisi Mbeling


Dari Temanggung ke Jogja untuk menikmati akhir pekan, tersangkut di Bentara Budaya Jogja menyaksikan gelaran ekspresi para seniman, Kelompok Studi Sastra Bianglala (KSSB) dan Komunitas Danau Angsa (KDA) hari itu tengah hajatan meluncurkan anthologi puisi mbeling " Suara-suara yang Terpinggirkan ", sebagai apresiasi terhadap wasiat almarhum Heru Emka ( penyair Semarang ) yang meninggal awal Mei lalu, bahkan penyair Cunong Nunuk Suraja menyempatkan diri dari Bogor untuk mewakili menyampaikan pikiran Heru Emka sang penggerak sastra di jejaring sosial, keluarga Heru Emkapun dihadirkan dalam hajatan para penyair itu.
Hadir juga budayawan beken mantan rektor Undip Semarang Prof. Dr Eko Budihardjo, masih setia dengan gayanya yang khas  memberikan orasi budaya.
Sebuah buku setebal 364 halaman yang merangkum karya 57 penyair, menggambarkan betapa kembelingan para penyair bisa enak juga dinikmati, meski terkadang membuat kita mengerenyitkan dahi, kadang juga tesenyum dalam.

Saturday, May 19, 2012

Tim LPM UGM Meneliti Tanah Longsor Kedopokan Temanggung



Senin 7 Mei 2012, warga dusun Kedopokan desa Tlogopucang Kecamatan Kandangan yang berada di bawah sebuah perbukitan terpaksa harus mengungsi ke tempat yang lebih aman. Karena di kawasan perbukitan yang mereka tinggali itu terjadi longsor,  muncul beberapa retakan tanah selebar 10 sampai dengan 30 centimeter sepanjang hingga 200 meter, kondisi tanahpun terus bergerak.
Beberapa rumah wargapun terpaksa dibongkar, karena tanah yang menyangga bangunan telah ambles, sehingga membahayakan penghuninya, beberapa warga setempat menuturkan bahwa malam sebelumnya tanah telah bergerak sebanyak dua kali, dan pagi harinya bergerak sangat keras, menimbulkan suara gemuruh yang membuat warga panik berlarian menyelamatkan diri.
Bantuan dari berbagai pihakpun mengalir ke Kedopokan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Temanggung langsung mendistribusikan logistik ke sejumlah Posko Pengungsian.
Fenomena tanah bergerak di Kedopokan tersebut mengundang Tim Lembaga Pengabdian Masyarakat Universitas Gajah Mada Yogyakarta untuk melakukan kajian dan penelitian, kajian dari hasil penelitian akan dijadikan salah satu bahan pijakan pengambilan kebijakan atas kondisi tanah di dusun tersebut.

Aksi Kepedulian untuk Situs Liyangan



Pekan ini Warga Purbasari, Kecamatan Ngadirejo, Kabupaten Temanggung menggelar aksi dengan bergotong-royong membersihkan Situs Liyangan. Kegiatan itu merupakan aksi kepedulian warga setempat terkait dengan keberadaan situs purbakala yang berada di desanya, kegiatan dilakukan untuk mengambil sisa-sisa material di lokasi bekas penambangan galian C yang ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Temanggung.