Tuesday, March 12, 2013

Ketika Musim Duren Tiba


Tidak sampai seperempat jam untuk sampai ke Desa Ngropoh, lebih cepat dari saat kami memilah-milih durian di Pasar Pon Kranggan Temanggung, ternyata di pasar itu tak juga mendapatkan durian yang kami inginkan. Lalu kami memutuskan langsung ke desa Ngropoh Kecamatan Kranggan Kabupaten Temanggung, salah satu desa sentra penghasil durian unggulan di Temanggung, dari Pasar Pon Kranggan kami menuju ke arah timur melewati jalan desa lebih kurang  3 kilometer, sampai di pertigaan Desa Pendowo mengambil arah ke kanan.
Cuma jalan yang kami lalui kali ini lebih kecil dari sebelumnya dan disana-sini telah berlobang, jadi ketika mobil kami berpapasan terpaksa harus rela minggir dulu merapat ke tebing. Namun setelah melalui perjuangan yang tak seberapa lama kamipun melewati sebuah Tugu Durian, yang merupakan ikon desa penghasil buah yang satu ini.
Sebetulnya saya tidak punya rencana ke desa ini, tapi demi seorang teman luar kota yang penasaran dengan Durian Ngropoh, maka saya bela-belain mengantarkan dia mendapatkan durian ke habitat aslinya, DURIAN NGROPOH.

Monday, March 11, 2013

One Day Trip "Negeri Tembakau" Adventure Trail



Minggu ( 10/3/2013 ) sekitar 15.000 crosser dari Jateng, Jabar, Jatim dan DIY memadati Lapangan Ngaren, Ngadirejo Temanggung. Pada event One Day Trip " Negeri Tembakau " Adventure Trail mereka akan menrabas lereng Gunung Sindoro dan Gunung Prahu.
Event trabas ini digelar sebagai ajang keakraban pecinta otomotif, yang bertujuan memberikan wadah ekspresi anak muda yang gemar balap motor, agar tersalurkan hoby dan bakatnya, sehingga tidak terlibat dalam balap liar di jalanan umum atau terperangkap dalam kelompok semacam genk motor yang sering melakukan aksi negatif akhir-akhir ini.
Patut diberikan apresiasi kepada "Pemerhati dan Petani Tembakau Temanggung" sebagai penggagas acara positif ini. Seperti yang dikatakan Agus Setyawan selaku sekretaris panitia, bahwa event ini diselenggarakan dalam rangka mempererat tali silaturahmi  antar pecinta trabas dari berbagai daerah, tercatat beberapa crosser kenamaan tanah air ikut meramaikan, seperti Edot (Solo), Kelik (Solo), Irwan (Yogyakarta) dan masih banyak lagi.

Monday, February 25, 2013

Hanoman The Ultimate Warrior



Sebuah kisah selalu saja berawal dari cinta, sepertinya para pujangga telah kehabisan inspirasi lain, selain cinta. Memang karena cinta kehidupan lahir dan meniti perjalanan kisah selalu atas nama cinta.
Karena cinta pula Resi Gautama seorang pertapa sakti, dengan rasa cemburu yang tak termaafkan mengutuk istrinya menjadi patung, lalu Sang Resi membuang Cupumanik pemberian Bathara Surya Sang Dewa Matahari kepada istrinya ke dalam telaga. Tiada disangka cupumanik tersebut menjadi rebutan ketiga putra-putrinya, kedua putranya terjun ke telaga mencari cupumanik, deburan air telaga memercik wajah sang adinda Dewi Anjani, membuat wajah cantiknya berubah menjadi kera, demikian juga kedua kakaknya Sugriwa dan Subali keduanyapun terkena kutuk menjadi kera juga.
Penyesalan Sang Resi tiada dapat mengembalikan wujud putra-putrinya, maka Resi Gautama memerintah ketiga putra-putrinya untuk bertapa memohon Sang Dewata agar mengembalikan wujud mereka.
Salah satu dari mereka Sang Putri Dewi Anjani menjalani pertapaannya di dalam sebuah telaga, Bathara Guru yang mengetahui wujud asli Dewi Anjani jatuh cinta melihat Sang Putri, dari kahyangan beningnya telaga memancarkan keindahan tubuh Sang Putri, membuat Bathara Guru menitikkan kama.
Kama Bathara Guru pun bersemayam di rahim Dewi Anjani, maka lahirlah seorang bayi kera putih yang diberi nama Hanoman, takdir dewapun tersandang kepada Hanoman bahwa kelak akan menjadi ksatria sakti yang mengalahkan segala angkara murka.

Sunday, February 24, 2013

Bahasa Jawa Terancam Punah



Di tahun 70an tontonan wayang orang maupun kethoprak boleh berjaya di hati masyarakat Jawa, khususnya di kawasan lereng gunung Sindoro - Sumbing saat musim tembakau tiba sudah punya lengganan tontonan wayang orang atau kethoprak " Wahyu Budaya " di tobong alun-alun kota Temanggung, kini ketika media massa televisi telah meraja sampai ke pelosok-pelosok desa,  tontonan itu seperti hanyut terkena tsunami budaya. Dan tak dikenal lagi oleh banyak generasi muda sekarang.
Bagi saya yang menarik dalam tontonan tradisional seperti wayang orang atau kethoprak tersebut adalah penggunaan bahasa Jawa yang bagus, narasi ataupun dialog yang indah dalam bahasa ibu, baik bahasa Jawa Ngoko maupun Krama Inggil. Sayang sekali kini kita tak kan bakal ketemu lagi tobong seperti itu di kota Temanggung, padahal tontonan kesenian itu dapat digunakan untuk belajar dan nguri-uri bahasa ibu.
Seperti yang terungkap dalam " Refleksi Hari Bahasa Ibu " di Fakultas Bahasa dan Seni ( FBS ), Universitas Negeri Semarang ( Unnes ), Jum'at ( 22/2/2013 ), bahwa kualitas bahasa daerah khususnya bahasa Jawa terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

Monday, February 18, 2013

Gerakan Merawat Bumi Melalui Kampus

Sebuah Artikel dari Rohman Kusriyono, aktivis di Surat Kabar Mahasiswa ( SKM ) Amanat IAIN Walisongo Semarang, cukup menarik untuk kami share kepada anda, mungkin bermanfaat.



Kekeliruan cara pandang manusia mengenai ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek ) terhadap alam menimbulkan krisis lingkungan hidup.

Sunday, February 17, 2013

Mimpi Membuat Taman Matahari



Memang agak berlebihan mimpi seorang Bekti Priyono, Kepala Disbudparpora Temanggung untuk mewujudkan obsesinya membuat destinasi wisata high tech berbasis astronomi semacam planetarium di Temanggung. Sementara potensi wisata lain yang telah tersedia di Temanggung belum digarap dengan baik, lihat saja aset wisata seperti Curug Surodipo, Curug Lawe dengan Pemandian Air Panasnya, Wanawisata Jumprit, Wanawisata Walitis, dan yang terakhir Posong maupun Perkampungan Mataram Kuno Liyangan, masih tertidur pulas diselimuti rerumputan liar.

Monday, February 11, 2013

Boyongan Pasar Legi Parakan


Ada yang menarik di hari Minggu ( 27/01/2013 ) di sekitar Pasar Legi Parakan, hilir mudik angkutan pick up bak terbuka dan pedagang sangat sibuk, memang hari itu batas akhir Boyongan Pasar Legi Parakan, pasar yang punya legenda tersendiri di hati masyarakat Parakan, mulai Kamis 24 Januari 2013 setelah para pedagang menggelar do'a bersama, Pasar legi mulai ditinggalkan para pedagangnya, boyongan ke Pasar Darurat yang berada di lapangan Mr Roem. Ada rasa berat dan haru, terlihat airmata mengalir di wajah para pedagang yang telah puluhan tahun menyatu dengan tempat mencari nafkah sehari-hari itu, namun juga ada harapan yang terpendam di benak masing-masing semoga di masa mendatang mereka mempunyai tempat berdagang yang lebih representatif.