Friday, February 1, 2013

Radio Kayu Made in Temanggung



Adalah Singgih Susilo Kartono, pria kelahiran Temanggung Jawa Tengah ini tak banyak orang mengenalnya, bahkan di kota kelahirannya sendiri, namun siapa sangka di mancanegara justru banyak jadi perbincangan, tentu saja bukan perbincangan negatif. Karena kreatifitas dan inovasinya, yaitu karyanya radio kayu dengan merk " Magno " berhasil menarik perhatian, dan diburu para kolektor.
Singgih sarjana seni rupa lulusan ITB ini, mulai membuat desain radio dengan bahan dasar kayu sebagai casing pada tahun 1997, lalu mengisi perangkat elektroniknya dengan peralatan dari Panasonic yang dibeli di toko, dan idepun terus berkembang, aneka desainpun dibuatnya.
Mencoba peruntungan Singgih menampilkan dan memasarkan hasil karyanya di media online, tidak disangka karyanya itu menarik banyak pihak, pasarpun menyambuk baik.
Melihat hal itu Singgih makin optimis dan bersemangat mengembangkan desain produknya, rupanya permintaan pasarpun mengalir, diapun berharap produksi radionya akan mendorong pengembangan sosial di kampungnya, Dusun Krajan, Desa Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Temanggung.  

Kalau anda berkunjung ke dusun Krajan itu, ada dinamika masyarakat yang sedang bergerak disitu, deru suara mesin pengolah kayu menjadi warna tersendiri yang memberikan kehidupan sosial warga setempat, setidaknya penghasilan yang lumayan para pengrajin di bawah bimbingan sarjana seni rupa ITB itu.
Keunikan radio buatan Singgih karena bahannya dari kayu, tanpa sentuhan pelapis apapun baik itu cat, vernis ataupun politur, menurut Singgih permukaan kayu sudah memiliki keindahan tersendiri, guratan urat kayu, warna dan tekstur adalah fenomena yang menarik untuk ditampilkan secara natural. Tidak mudah menentukan kayu yang dipilih sebagai casing radionya, untuk ini Singgih benar-benar mempelajari setiap karakter kayu yang akan dipergunakan, baik tingkat keindahannya, keawetannya dan sebagainya, tentu saja bagi seorang sarjana seperti Singgih hal ini menjadi pembelajaran yang tak selesai di bangku kuliah.

Ciri khas desain Singgih inilah yang mampu menarik pasar dan kolektor mancanegara, setiap bulan Singgih mengirimkan kurang lebih 400 unit radio " Magno "nya ke berbagai negara, dengan harga yang cukup mencengangkan, harga satu unit radio Magno sekitar 1,5 juta rupiah. Bahkan di pasar Eropa radio produksi dusun Krajan, Kandangan ini mencapai Eur 260 atau sekitar 5,2 juta rupiah.
Ternyata tidak hanya masalah finansial saja yang didapat Singgih, untuk karyanya itu pada tahun 2008 radio Magno Singgih memperoleh  " Good Design Award " di Jepang untuk katagori Innovation Pioneerring and Experimental Design. Dan pada tahun 2009 juga mendapatkan penghargaan " Brit Insurance Design "  untuk kepeduliannya terhadap lingkungan dan peningkatan perekonomian masyarakat setempat. 

Singgih Susilo Kartono memang seorang pioneer, dari ide kreatifnya itu dia telah mampu membantu meningkatkan pengahsilan masyarakat di daerahnya yang dipekerjakannya, tak berhenti sampai disitu saja, kepedulian terhadap lingkungan hiduppun ia lakukan, sadar bahan baku produksinya adalah dari kayu, ia harus  banyak berkontribusi dalam penyelamatan hutan dan ekosistemnya.
Sebagai seorang pelopor, pembuka jalan buat calon inovator lain, ia berharap anak muda Temanggung mengikuti jejaknya, mengembangkan kreatifitas di bidang lainnya, masih banyak potensi daerah yang belum digali dan dikembangkan, alam Temanggung telah menyediakan semuanya.