Monday, November 12, 2012

Kirab Songsong Djojonegoro



Masih dalam rangkaian acara peringatan hari jadi Kabupaten Temanggung, 10 November 2012 telah genap usia ke 178. Satu tradisi turun temurun yang tak pernah ditinggalkan adalah penggantian Songsong Djojonegoro, atau penggantian payung di makan bupati pertama Temanggung.
Prosesi penggantian Sonsong Djojonegoro tahun ini dilaksanakan pada Jum'at ( 9 November 2012 ), di kompleks makam Kanjeng Raden Tumenggung Adipati Aryo Djojonegoro, yang berada di belakang Masjid Agung Darussalam Temanggung, seperti adat kebiasaan yaitu sehari sebelum hari H.

Napak Tilas Pembantaian Progo

10 November selalu menjadi saat yang istimewa bagi masyarakat Kabupaten Temanggung, karena pada tanggal 10 November terjadi dua peristiwa bersejarah di kota Temanggung yang berada di tepian kali Progo,  selain diperingati sebagai hari pahlawan, juga bertepatan dengan hari jadi Kabupaten Temanggung.
Pada peringatan hari jadi Kabupaten Temanggung telah digelar serangkaian acara secara berantai, begitu juga tak kalah pentingnya peringatan hari Pahlawan yang selalu dilaksanakan dengan penuh khidmat dalam upacara bendera di alun-alun kota Temanggung, tahun 2012 ini upacara bendera dipimpin oleh Bupati Temanggung Drs Hasyim Afandi. 
Untuk mengenang jasa para pahlawan kusuma bangsapun di tengah pelaksanaan upacara dilakukan mengheningkan cipta selama 6 menit, suara sirine dan bedug Masjid Agung Darussalam bertalu-talu, sungguh memilukan dan menyayat hati, terkenang pengorbanan pahlawan yang telah menumpahkan darah untuk tanah air tercinta.

Thursday, November 8, 2012

Tradisi Angon Putu di Temanggung


Rabu 7 Nopember 2012, hari masih pagi di lereng Gunung Sindoro ditandai kokok ayam bersaut-sautan seiring terbitnya matahari. Ada kesibukan luar biasa di rumah kakek Sukarto Pangat (87 th) dan nenek Misiyah (82 th), Dusun Limbangan Desa Balesari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung, memang hari sangat istimewa bagi kakek nenek yang  menikah tahun 1948 itu, dari 65 tahun usia perkawinannya lahir 8 anak, 21 cucu dan 13 buyut, dan hampir semua anak, cucu dan buyut berkumpul semua, hanya 5 cucu yang tidak berada karena masih kuliah dan mengikuti ujian, kalau dihitung jumlah anggota kelauarga besarnya berikut para menantu 53 jiwa.
Kegembiraan keluarga besar kakek Sukarto dan nenek Misiyah terlihat ketika mereka bersama-sama sarapan pagi, yang telah disiapkan anak cucu sejak pukul 03.00, maklumlah untuk keluarga sebanyak itu butuh waktu tersendiri dalam menyiapkan makan besar.
Selesai sarapan bersama kakek Sukarto dan nenek Misiyahpun menggiring anak, cucu dan buyutnya, menuju Pasar legi Parakan, sejumlah 12 mobil telah disiapkan berikut pengawalan oleh Polisi. Itulah prosesi awal tradisi angon putu yang akan dilaksanakan kakek nenek Dusun Limbangan ini.

Monday, November 5, 2012

Pameran Warisan Budaya Dunia



Senin 5 Nopember 2012, melangkahkan kaki di Hall Atrium Arjuna Plaza Simpanglima Semarang, ada kesibukan tak seperti biasanya, memang di tempat itu tengah dipersiapkan untuk ruang pamer. Tidak tanggung-tanggung kegiatan yang akan dilakukan adalah Pameran Bersama Warisan Budaya Dunia.
Maksud dan tujuan pameran ini adalah dalam rangka menyongsong Visit Jawa Tengah 2013, setidaknya setelah menyaksikan pameran ini para wisatawan manca negara sudah bisa mencatat agenda kunjungan ke berbagai obyek di Jawa Tengah. Tujuan lain yang tak kalah penting adalah meningkatkan kebanggaan warga masyarakat  terhadap jati diri bangsa 

Festival Budaya Temanggung 4 Tahun 2012



Minggu  4 Nopember 2012, sejak pagi kota Temanggung telah penuh dengan hiruk pikuk warga yang datang dari berbagai desa di lereng Gunung Sumbing - Sindoro. Memang hari itu di kota Tembakau itu bakal di gelar event tahunan seperti waktu-waktu sebelumnya.
Sebuah hajatan wajib Kabupaten Temanggung setiap memperingati hari jadinya yang bertepatan dengan hari pahlawan 10 Nopember, kali ini genap ke 178.
Kabar santer adanya Festival Budaya Temanggung ke 4 hari itu yang membuat para warga berduyun-duyun datang ke kota Temanggung, maklumlah hiburan massal macam itu hanya terjadi setahun sekali. Beberapa persiapan telah dilakukan panitia sejak Jum'at ( 3/11 ) kemarin, seperti pembuatan panggung-panggung pertunjukan yang berada di beberapa titik lokasi, dari pertigaan Subur sampai dengan pertigaan BRI Unit di Pandean.

Sunday, October 28, 2012

Lingkaran Setan Bisnis Tembakau di Temanggung



Sebagai negara agraris dengan potensi alam yang subur, tongkat kayu dan batupun jadi tanaman di sepanjang gugusan kepulauan dari Sabang sampai Merauke, mestinya hal ini bisa memakmurkan rakyatnya yang mayoritas petani. Namun alih-alih makmur, kenyataannya para petani di negeri ini justru menjadi pelengkap penderita, dari permainan bisnis kaum kapitalis.
Tak jauh beda yang terjadi di daerah Temanggung, 70% dari 750 ribu penduduknya berprofesi sebagai petani, dan tembakau adalah salah satu komoditas andalannya.
Lereng gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu adalah lahan subur yang bisa menghasilkan tembakau memiliki kualitas terbaik kelas dunia, namun apakah dengan demikian telah membuat para petani penghasil tembakau menjadi sejahtera, jawabannya No Way, tidak semuanya atau selamanya demikian.

Sebuah Catatan Kaki di Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2012





Mumpung belum terlupa, ada baiknya saya pindahkan sedikit catatan pada Peringatan Hari Lingkungan Hidup, 5 Juni 2012 yang lalu ke dalam  Blog ini. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia ini diperingati sebagai apresiasi atas Deklarasi Stockholm 5 Juni 1972, yang diakui sebagai tonggak kesadaran masyarakat dunia, atas pentingnya penanganan dan pemeliharaan lingkungan hidup.
Ada yang istimewa  pada peringatan kali ini, karena dirangkaikan dengan pencanangan Tahun Badak Internasional, tentu saja Indonesia yang berada diantara 11 negara tempat sebaran badak sangat mendukung, gagasan Presiden International Union for Conservation of Nature ( IUCN ) itu.


Pencanangan Tahun Badak Internasional merupakan bentuk kesadaran masyarakat dunia, tentang pentingnya komitmen, pandangan dan prinsip bersama, untuk secara kolektif melindungi dan meningkatkan kualitas lingkungan, tentu kita sepakat untuk melestarikan dan mencegah kepunahan badak yang tinggal tersisa di 11 negara, sebagaimana diamanatkan  KTT Bumi di Rio de Janeiro Brazil tahun 1992, yang menghasilkan kesepakatan global seperti, Kesepakatan Perubahan Iklim ( UNFCCC ), dan Kesepakatan Keanekaragaman Hayati ( UN CBD ).
Pada peringatan ke 20 KTT Bumi di Rio, Indonesia berperan sebagai Chairs High Level Eminent Person yang akan membahas capaian Millenium Development Goals, yang ditindak lanjuti setelah 2015.

Tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini yang ditetapkan oleh United Nations Environment Progremme ( UNEP ) adalah “ Green Economy; Does it Include You ? “, untuk Indonesia tema itu disesuaikan menjadi  “ Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan “ yang berorientasi masa depan.
Prinsip Ekonomi Hijau tentu saja disesuaikan karakteristik, kondisi dan kebutuhan bangsa Indonesia, digulirkan pada proses penetapan berbagai bentuk kebijakan, perencanaan dan program, di berbagai sektor pembangunan ekonomi. Untuk mewujudkannya harus ada upaya, inisiatif untuk melakukan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim, pengelolaan hutan, laut dan pesisir secara lestari. Seiring dengan pengembangan energi bersih dan terbarukan yang ramah lingkungan.