Showing posts with label Kabar Temanggungan. Show all posts
Showing posts with label Kabar Temanggungan. Show all posts

Thursday, March 14, 2013

Antara Gedung Kesenian dan Taman Pengayoman

Sudah lama saya tak pernah melihat tulisan beliau yang kritis dan ketus seperti biasanya di koran, Rabu pagi (13/3/2013) ketika membuka Suara Kedu yang merupakan suplemen halaman dari Harian Suara Merdeka, pada kolom Sindoro Sumbing melihat seraut wajah yang tak asing, Roso Titi Sarkoro, seorang pendidik, wartawan senior, aktivis kebudayaan dan pendiri Dewan Kesenian Daerah di Temanggung.
Ada baiknya saya mohon ijin copy paste tulisannya untuk diabadikan di blog saya The Lost Ark ini, semoga beliau berkenan mengijinkan, tidak ada maksud lain dari saya, selain sebagai apresiasi sekaligus itikad baik saya untuk memperkaya perbendaharaan informasi bagi pembaca, barang kali saja pemikiran-pemikirannya yang tertuang dalam tulisannya kali ini menginspirasi para pembaca. Setidaknya sebagai renungan para pemerhati seni dan budaya di Temanggung tercinta.

Tuesday, November 27, 2012

Festival Vocal Keroncong



Suara emas Dian Mitha Kurniasari, seorang peserta Festival Vocal Keroncong dari Wonogiri, Sabtu ( 24/12/2012 ) mengalun indah di Pendopo Pengayoman Temanggung, tempat berlangsungnya lomba adu vocal keroncong, Dian berhasil memukau para penonton serta dewan juri, akhirnya meraih predikat juara umum.
Wanita bersuara emas asal Wonogiri tersebut mampu mengungguli enam finalis wanita, dengan juara I katagori puteri dan berhak memboyong Trophy Bergilir Soekardi. Menyusul Tanti Angraeni dari Wonosobo mendapat juara II, dan Rosiana Setyowati dari Surakarta juara III. Sedangkan juara harapan I - IV  putri berurutan diraih Dyah Fitri, Wahyu Hidayati, Lusiana dan Sulastri.
Sementara untuk katagori putra juara I diraih Sumarno dari Surakarta, juara II Kunto Bagaskoro dari Kebumen, juara III atas nama Panji Kusumo dari Pati, sedangkan juara harapan I - IV pria secara berurutan pula di raih Theo KS, Eko Sujatmoko, Ibrahim Syah dan Yustinus Supriyanto.

Wednesday, November 21, 2012

Belajar Biologi dengan Boneka Horta






Seorang gadis kecil, imut, berwajah manis, berlari-lari kecil dengan riangnya di tengah hujan, ia baru saja mendapat hadiah sebuah boneka panda di ulang tahun temannya. Sesampai di rumah, karena basah ia meletakkan begitu saja bonekanya di sudut buffet tanpa setahu siapapun.
Setelah beberapa hari terlupakan, iapun teringat boneka pemberian temannya itu, pikirnya barangkali sudah kering, tapi apa yang didapatkan, iapun terkejut karena boneka pandanya tumbuh rambut di kepalanya.
Ini sebuah ilustrasi tentang boneka horta, boneka ini penemuan oleh seorang mahasiswa IPB Bogor asal Temanggung bersama rekan-rekannya, semula dinamakan Boneka Hortikultura, kemudian dipopulerkan dengan sebutan Boneka Horta.

Sunday, November 18, 2012

Ribuan Cagar Budaya Rawan Hilang



" Kita punya situs banyak sekali, secara nasional kurang lebih ada 20.000 benda cagar budaya, tapi saat ini baru tercatat sekitar 6.000, dan yang 14.000 belum berhasil dicatat secara resmi " demikian kata Windu Nuryati, Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Bidang Kebudayaan usai memberikan sebuah paparan di Pendopo Jenar Temanggung, dalam kunjungannya di Kabupaten Temanggung , Jum'at ( 16/11/2012 ).


Windu Nuryati juga mengkhawatirkan kalau ribuan benda cagar budaya tersebut hilang karena ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, padahal keberadaan peninggalan peradaban masa lampau tersebut sangat berguna untuk kepentingan berbagai aspek kehidupan berbangsa dan bernegara.

Thursday, November 8, 2012

Tradisi Angon Putu di Temanggung


Rabu 7 Nopember 2012, hari masih pagi di lereng Gunung Sindoro ditandai kokok ayam bersaut-sautan seiring terbitnya matahari. Ada kesibukan luar biasa di rumah kakek Sukarto Pangat (87 th) dan nenek Misiyah (82 th), Dusun Limbangan Desa Balesari Kecamatan Bansari Kabupaten Temanggung, memang hari sangat istimewa bagi kakek nenek yang  menikah tahun 1948 itu, dari 65 tahun usia perkawinannya lahir 8 anak, 21 cucu dan 13 buyut, dan hampir semua anak, cucu dan buyut berkumpul semua, hanya 5 cucu yang tidak berada karena masih kuliah dan mengikuti ujian, kalau dihitung jumlah anggota kelauarga besarnya berikut para menantu 53 jiwa.
Kegembiraan keluarga besar kakek Sukarto dan nenek Misiyah terlihat ketika mereka bersama-sama sarapan pagi, yang telah disiapkan anak cucu sejak pukul 03.00, maklumlah untuk keluarga sebanyak itu butuh waktu tersendiri dalam menyiapkan makan besar.
Selesai sarapan bersama kakek Sukarto dan nenek Misiyahpun menggiring anak, cucu dan buyutnya, menuju Pasar legi Parakan, sejumlah 12 mobil telah disiapkan berikut pengawalan oleh Polisi. Itulah prosesi awal tradisi angon putu yang akan dilaksanakan kakek nenek Dusun Limbangan ini.

Monday, November 5, 2012

Festival Budaya Temanggung 4 Tahun 2012



Minggu  4 Nopember 2012, sejak pagi kota Temanggung telah penuh dengan hiruk pikuk warga yang datang dari berbagai desa di lereng Gunung Sumbing - Sindoro. Memang hari itu di kota Tembakau itu bakal di gelar event tahunan seperti waktu-waktu sebelumnya.
Sebuah hajatan wajib Kabupaten Temanggung setiap memperingati hari jadinya yang bertepatan dengan hari pahlawan 10 Nopember, kali ini genap ke 178.
Kabar santer adanya Festival Budaya Temanggung ke 4 hari itu yang membuat para warga berduyun-duyun datang ke kota Temanggung, maklumlah hiburan massal macam itu hanya terjadi setahun sekali. Beberapa persiapan telah dilakukan panitia sejak Jum'at ( 3/11 ) kemarin, seperti pembuatan panggung-panggung pertunjukan yang berada di beberapa titik lokasi, dari pertigaan Subur sampai dengan pertigaan BRI Unit di Pandean.

Sunday, October 28, 2012

Lingkaran Setan Bisnis Tembakau di Temanggung



Sebagai negara agraris dengan potensi alam yang subur, tongkat kayu dan batupun jadi tanaman di sepanjang gugusan kepulauan dari Sabang sampai Merauke, mestinya hal ini bisa memakmurkan rakyatnya yang mayoritas petani. Namun alih-alih makmur, kenyataannya para petani di negeri ini justru menjadi pelengkap penderita, dari permainan bisnis kaum kapitalis.
Tak jauh beda yang terjadi di daerah Temanggung, 70% dari 750 ribu penduduknya berprofesi sebagai petani, dan tembakau adalah salah satu komoditas andalannya.
Lereng gunung Sumbing, Sindoro dan Prahu adalah lahan subur yang bisa menghasilkan tembakau memiliki kualitas terbaik kelas dunia, namun apakah dengan demikian telah membuat para petani penghasil tembakau menjadi sejahtera, jawabannya No Way, tidak semuanya atau selamanya demikian.

Saturday, October 20, 2012

Ada Meteor Garden di Wonotirto Temanggung



Jum'at 11 Mei 2001, hari masih pagi sekitar pukul 08.30 di lereng Gunung Sumbing, belasan warga Desa Wonotirto Kecamatan Bulu Kabupaten Temanggung tengah melakukan aktifitas sehari-hari di ladang tembakau, tiba-tiba mereka dikejutkan suara gemuruh disertai ledakan keras menyusul 2 buah benda jatuh dari langit, setengah jam kemudian hal itu terjadi lagi, sebuah benda serupa jatuh di jalan desa 1 Km dari permukiman penduduk, tentu saja hal tersebut mengundang rasa penasaran para penduduk desa Wonotirto. 
Ternyata hanya benda berbentuk batuan sebesar kepalan tangan orang dewasa, diantara warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera melapor kepada perangkat desa, laporanpun berlanjut hingga ke tingkat Kabupaten.


Untuk keperluan penelitian maka benda langka itu dibawa ke Institut Sains dan Teknologi Akprind Yogyakarta, misteripun terkuak, benda jatuh itu adalah sebuah meteor, memang ini sebuah peristiwa langka terjadi di Jawa, setelah berselang 17 tahun pasca jatuhnya meteor di Desa Jumapolo Kabupaten Karanganyar pada tahun 1984. Menurut Rektor IST Akprind, Ir Sudarsono, MT, setiap tahun rata-rata ada 150 meteorit jatuh ke bumi, namun meteorit yang jatuh di Desa Wonotirto tersebut mempunyai catatan sejarah tidak seperti yang lain.   

Sunday, October 14, 2012

Ayam Kedu, Satwa Khas Temanggung



Rabu ( 28/9/2012 ) dalam acara Puncak Bulan Bhakti Peternakan dan Kesehatan Hewan Tingkat Nasional di Jatinangor, Sumedang Jawa Barat, Kabupaten Temanggung menerima Surat Keputusan Menteri Pertanian RI mengenai penetapan galur Ayam Kedu dengan persebaran geografisnya di Kabupaten Temanggung. 
Ayam Kedu bersama dengan jenis ternak lain dari berbagai daerah di wilayah Indonesia mendapatkan galur atau rumpun ternak, dari Kementrian Pertanian, dengan demikian Ayam Kedu resmi diakui sebagai ayam khas Temanggung, yang tidak ditemukan di daerah lain.

Wednesday, September 26, 2012

Belum Juga Reda Api G. Sindoro, Kini G. Sumbing dan G. Prahu Terbakar


Selasa ( 25/9 ) menjelang subuh dini hari titik api di gunung Sindoro sudah tidak telihat lagi, mendekati siang hari petugas pemadaman mulai turun gunung, mendadak terlihat lagi kepulan asap. Petugaspun mengurungkan niatnya untuk istirahat pulang, mereka harus naik lagi memadamkan bara api yang tersisa di tonggak-tonggak kayu.
Belum juga hilang rasa lelah, belum juga usai memadamkan api di gunung Sindoro, siang itu juga pukul 11.00 siang Petugas di Resor Pemangku Hutan ( RPH ) Kecepit melaporkan bahwa Petak 20 punggung gunung Sumbing terbakar. Menyusul kemudian laporan dari BKPH Candiroto bahwa petak 1 Gunung Prahu juga terdapat titik api.
Dilaporkan juga bahwa Petugas dari Anggrung Gondok Wonosobo tengah melakukan upaya pemadaman, sementara itu personil RPH Kecepit masih konsentrasi pada pemadaman di RPH Kwadungan Gunung Sindoro, direncanakan setelah Sindoro benar-benar padam mereka akan menyusul ke dua gunung tersebut.

Monday, September 24, 2012

Bara Api di atas Sindoro


Hutan Lindung di Gunung Sindoro yang sehari-hari menjadi pemandangan yang indah, kini tampak mengkhawatirkan, masalahnya di hutan itu tampak asap mengepul putih, dan di malam hari terlihat pemandangan tidak seperti hari-hari sebelumnya, sederetan api menyala merah, lebih-lebih bila tertiup angin besar, dari kaki gunung api itu nampak berkobar.
Sering sekali kebakaran hutan seperti itu terjadi di Gunung Sindoro maupun Gunung Sumbing, sejak bulan Agustus hingga September telah puluhan kali terjadi kebakaran, di wilayah Bagian Kesatuan Pemangku Hutan ( BKPH ) Temanggung. Selain faktor alam akibat kemarau panjang, kebakaran diduga oleh faktor manusia yang sengaja membakar hutan secara tidak bertanggung jawab.

Sunday, September 16, 2012

Kuda Lumping is The Best Art in The World




Pada acara The 14th Merapi and Borobudur Seniors Amateur Golf Tournament Competiting The Hamengku Buwono X Cup di Kota Magelang yang baru lalu, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo mengatakan bahwa kesenian Jaran Kepang ( Kuda Lumping ) paling jelek di dunia. 
Ucapan Bibit Waluyo itu terus menuai kecaman dari berbagai pihak, baik dari para Pelaku Seni, Pemerhati Seni serta Para Tokoh Masyarakat. Tidak ketinggalan para seniman dan seniwati dari lereng Sumbing - Sindoro Temanggung, Sabtu ( 15/9/2012 ) menggelar unjuk rasa keprihatinan atas statement orang nomor satu di Jawa Tengah itu, sungguh sangat disesalkan.
Sebagai seorang pemimpin seharusnya memberikan bombongan, dukungan spirituil, dorongan semangat ketika mendapati karya atau kreasi warganya tengah tidak seperti yang diharapkan, agar karya mereka lebih baik di masa  mendatang. Apabila ada kekurangan dalam suatu karya, bukankah mereka juga warga binaannya, seharusnya berikan pembinaan, dukungan finansial bila perlu, agar kekurangannya tertutupi, keberhasilan warganya kan juga kebanggan Sang Pemimpin.

Thursday, September 13, 2012

Segudang Talenta dari Temanggung



Mengenang kejayaan musik rock di era 80 sampai 90an, jadi ingat beberapa rock band ternama di negeri ini, taruhlah beberapa rock band yang punya nama besar dan berjaya saat itu seperti God Bless, SAS, Bumerang, Jamrud, Elpamas, Power Metal, Grass Rock dan band-band lain yang pernah muncul ke permukaan lewat tangan dingin promotor musik Log Zhelebour. 
Ada beberapa nama rock band yang perlu kita catat dalam sejarah musik rock tanah air, dan ternyata diantaranya terdapat beberapa nama anak-anak Temanggung. Bagi anak muda yang pernah mengalami sejarah perjalanan musik pada era 80 sampai 90an itu pasti masih ingat nama band besar asal Temanggung, catatlah sebuah nama Rolland Band dan Teaser.

Sunday, September 9, 2012

Sebuah Cerita dari Negeri Tembakau ( part 1 )



“ INILAH NEGERI TEMBAKAU “ kata Mbah Merto menyambut saya begitu turun dari kendaraan yang mengangkut saya ke desa di lereng gunung Sindoro, ketika saya mengunjungi Desa Bansari yang  tengah panen raya tembakau, lalu ia mengajak masuk ke rumahnya dan menyilakan saya duduk di amben ( balai-balai ), sebuah slepen ( tempat tembakau dari anyaman rumput mendong ) dikeluarkan dari saku celananya, isinya tembakau, kertas sigaret cap Topeng, cengkeh rajangan cap Ndorit, dan korek api.
“ Ses Mas “ tawaran akrab Mbah Merto mengajak bareng-bareng merokok Ting-We ( nglinting-dewe = melinting sendiri )
“ Terima kasih, ini saja Mbah lebih enak “ teman saya balas menawari rokok buatan pabrik kepadanya
“ Terlalu ringan Mas, saya nggak marem kalau nggak nglinting sendiri “

Rokok Ting-We bagi Mbah Merto ( 87 th ) sudah menjadi menu wajib sehari-hari, begitu luang segera ia mengeluarkan isi slepennya, bahkan sambil melakukan aktifitas  rokok lintinganpun tak pernah lepas dari bibirnya, usianya memang sudah senja, namun kesehatannya masih baik dibandingkan dengan orang kota seusianya yang dimanjakan oleh makanan yang lebih bergizi.
Meskipun sudah tua,  Mbah Merto masih kuat mengelola ladangnya yang berada di Deles, yaitu ladang yang berada di bawah hutan puncak gunung Sindoro, bayangkan saja untuk sampai di Deles ia berangkat jam 04.00 pagi, berjalan kaki sambil memikul pupuk kandang sampai di lokasi jam 07.00
Ketika saya mencoba naik ke Deles mengikuti route Mbah Merto, mandi keringat bukan main lelahnya, harus ngaso empat kali dengan nafas yang ngos-ngosan tak karuan, padahal saya bukan perokok seperti Mbah Marto.

Yang membuat saya bertanya-tanya, bagaimana mungkin seorang perokok berat semacam Mbah Merto sampai di usia 87 kesehatannya masih prima, masih kuat mencangkul, memikul beban, tidak seperti yang digambarkan orang tentang seorang perokok berat dengan paru-paru bengek.
Bukannya saya ingin menepis pendapat ahli tentang bahaya rokok, saya setuju dengan hal itu, karena semua berdasarkan hasil penelitian ilmiah.



Sebuah Cerita dari Negeri Tembakau ( part 2 )



Siang yang panas di NEGERI TEMBAKAU, cuaca yang sangat disenangi warga di lereng gunung Sindoro desa Mbah Merto berada, pasalnya alamat jemuran tembakaunya bakal kering dengan baik. Sementara itu daun tembakau yang baru dipetik dari ladang mulai pagi tadi telah digulung dan diletakkan di pemeraman. Rencananya nanti malam akan ngrajang lagi tembakau yang telah menguning hasil petikan sebelumnya.
Dalam usia sepuh tampak Mbah Merto masih semangat, membantu kerja anak-anaknya membalik rigen jemuran tembakau, lalu kembali berteduh di teras rumah, sekali lagi ia menyulut rokok Ting-We ( nglinTing deWe = melinting sendiri )  yang selalu menemani sepanjang hidupnya.

Ketika para petani ramai-ramai ke Jakarta untuk unjuk rasa menentang RPP Tembakau yang baru lalu, iapun tak ketinggalan ikut serta, ada keresahan yang amat sangat apabila RPP itu disyahkan. Terbayang olehnya para petani tembakau akan kehilangan penghasilan, bagaimana tidak tanaman tembakau ini sejak bibit hingga menjadi rokok telah melibatkan jutaan tenaga kerja yang memperoleh kehidupan, memang bisa petani beralih ke tanaman lain, namun tidak akan sehebat pengaruhnya seperti bertani  tembakau.

Monday, September 3, 2012

Sekar Jipan'x dari Temanggung dihidangkan di TMII


Sebuah catatan bulan Juni yang tercecer di TMII




Minggu 17 Juni 2012 mulanya sekedar mengisi waktu mengunjungi Anjungan Jawa Tengah di Taman Mini Indonesia Indah ( TMII ), tak tahunya Kabupaten Temanggung tengah mendapatkan giliran untuk mengisi pentas di anjungan Jawa Tengah itu, jadi sebuah surprize bagiku, mendapat kesempatan menyaksikan pertunjukan Kesenian Khas Temanggung, kali ini para Seniman-Seniwati Temanggung dengan indahnya  menghidangkan Sekar Jipan'x kepada para pengunjung TMII.
Kus Bandrio Perwakilan Jawa Tengah di TMII menyampaikan bahwa selain pentas kesenian tersebut, dalam rangka menunjang suksesnya Pariwisata Jawa Tengah  juga diadakan Pameran Produk dari Kabupaten/ Kota se Jawa Tengah, diantaranya batik dari berbagai daerah dan makanan-makanan khas daerah se provinsi Jawa Tengah, bukankah ini yang dinamakan pucuk dicinta ulam tiba, karena selain menikmati indahnya seni budaya juga tersaji makanan khas yang bisa menggoyang lidah.

Sunday, June 24, 2012

Pagelaran Matah Ati telah Menghipnotis Mata dan Hati



Sekuntum asmara antara seorang Pangeran dan seorang Gadis dari desa Matah, berbingkai keindahan cinta yang agung namun bersinggungan dengan kematian, semboyan sang Pangeranpun sangat tersohor membuat miris dan menggetarkan jiwa " Mati siji mati kabeh, mukti siji mukti kabeh " atau dalam arti bebasnya " Mati satu mati semua, berjaya satu berjaya semua ".
Memang itu bukan saja semboyan sang Pangeran dalam memaknai cinta kepada sang kekasih, namun lebih pada cinta yang lebih tinggi derajatnya, yaitu cinta kepada tanah tumpah darahnya, dalam mengobarkan semangat melawan penjajahan Kompeni Belanda.
Kini lakon kisah cinta klasik antara Raden Mas Sa'id dengan gadis Rubiyah yang terbalut dalam kisah  perjuangan melawan penjajah tersebut digarap secara kolosal, dalam pagelaran spektakuler di Taman Ismail Marzuki ( TIM ) pada 22 - 25 Juni 2012 ini, sebuah pagelaran Tari Jawa yang pernah mengguncang Teater Esplanade Singapura pada 2010.

Tuesday, June 5, 2012

Sebuah Renungan di Hari Lingkungan Hidup ( part 2 )

6 Juni 2012




Berbicara mengenai Lingkungan Hidup ada baiknya kita tarik dulu ke belakang, tentang pola pikir dan sikap hidup masyarakat dalam memperlakukan lingkungannya. Umumnya di Negara manapun manusia cenderung mengedepankan egoism, ingin mendapatkan keuntungan lebih dalam mengeksplorasi alam tanpa memandang kerusakan yang ditimbulkannya. Namun apabila telah terjadi bencana akibat kerusakan itu, yang dilakukan adalah saling menyalahkan, sudah barang tentu yang disalahkan adalah pihak lain, sistemnya, aturannya dan sebagainya, padahal justru merekalah para pelanggar aturan itu.

Mari kita breakdown ke skala lebih keci lagi, di Negara kita. Mulailah kita tinggalkan cara saling menyalahkan, dan memulai dengan berbuat dan memperbaiki. Langkah pertama adalah memperbaiki pola pikir sikap dan perilaku yang salah. Masa yang paling baik atau golden opportunity untuk memasukkan nilai, untuk membentuk sikap dan perilaku seseorang, itu adalah pada masa ketika dia mengikuti pendidikan di taman kanak-kanak, di sekolah dasar, dan di sekolah menengah. Sembilan sampai dua belas tahun pertama, itu adalah masa yang paling berharga karena di situlah kita bisa membangun sikap dan perilaku seseorang, to create, values and behaviour. Itulah saat yang tepat untuk menanamkan kecintaan terhadap lingkungan.
Langkah berikutnya adalah merubah system yang salah, menata kembali regulasi dan aturan pengelolaan sumber daya alam, diantaranya hutan.
Dalam konteks ini Pemerintah harusnya menetapkan sejumlah kebijakan dan aksi nyata untuk menjaga hutan. Beberapa hal menjadi kebijakan ataupun program aksi yang harus dilakukan adalah:

Sebuah Renungan di Hari Lingkungan Hidup ( part 1 )

6 Juni 2012


 
Sejak revolusi industri pada abad ke-18, bangsa-bangsa di dunia dalam mengejar pertumbuhan ekonominya, dan membangun negerinya melakukan cara-cara yang tidak benar. Ada kesalahan, ada kecerobohan, ada keserakahan di dalam menggunakan sumber-sumber kehidupan, akibatnya terjadilah kerusakan lingkungan. Itu realitas masa kini akibat apa yang dilakukan oleh umat manusia di masa lalu.

Apa yang akan terjadi ke depan, 30 tahun mendatang, keadaannya akan sungguh rawan dan bisa berbahaya. Mengapa? Penduduk dunia sekarang ini jumlahnya 7 miliar, akan meningkat menjadi 9 miliar manusia dalam waktu sekitar 30 tahun mendatang. Sampai ke era itu, masa itu diperlukan tambahan sumber pangan 70% dari yang ada sekarang ini, kebutuhan energi juga antara 60-70% dari yang kita konsumsi sekarang ini, di situlah persoalannya.

Dengan lingkungan yang sebagian telah rusak seperti ini sangat tidak mudah untuk meningkatkan produksi pangan 70% dari sekarang. Demikian yang dikatakan pakar yang mengerti tentang agriculture, tentang food security.
Untuk memenuhi 60% kebutuhan energi, telah  menguras begitu saja minyak, gas, dan batubara, maka yang terjadi adalah kerusakan lingkungan yang lebih parah lagi karena mengganggu iklim akan menimbulkan perubahan iklim dan pemanasan global, climate change and global warming.
Solusinya 7 miliar manusia harus sungguh sadar dan bekerja keras, serta cerdas mulai sekarang, tidak menunggu esok untuk betul-betul bersama-sama menyelamatkan lingkungan kita. Caranya tidak sulit sebetulnya, teorinya, tetapi implementasinya memerlukan kesungguhan yang luar biasa. 

Thursday, May 31, 2012

" Boyong Menoreh " Temanggung Memukau di Pesta Tari Rakyat Jateng




Kesenian memang lahir dari tradisi dan budaya masyarakat, sebagai refleksi dari kehidupan sosial, religi maupun ekonomi. Meskipun ada juga yang lahir dari karya seniman ketika menangkap fenomena dalam masyarakat dan alam sekitarnya.
Latar belakang apapun yang mengilhami karya seniman, selalu saja menggambarkan kebersamaan, gotong royong dan semangat guyup-rukun dalam kehidupan sosial masyarakat. ataupun harmoni dengan alam dan lingkungannya.
Setiap bentuk seni tari rakyat selalu menunjukkan nuansa kegembiraan, keceriaan dan optimisme menghadapi kehidupan.
Pendapa Taman Budaya Jawa Tengah Surakarta ( TBS ) selama tiga hari ( 28-30 Mei ) telah menjadi telah menjadi ajang ekspresi para seniman-seniwati Jawa Tengah, yang terdiri dari 12 kelompok kesenian berbagai daerah dalam Pesta Seni Tari Rakyat 2012, mereka secara bergiliran menyajikan tari rakyat unggulan daerah masing-masing.
Sebagian besar kesenian yang diusung adalah garapan baru yang mempunyai akar kesenian rakyat yang berkembang di daerahnya. Empat bentuk tari rakyat menghibur di depan ratusan penonton yang memadati TBS pada hari pertama, diantaranya Tari Boyong Menoreh ( Temanggung), Tari Ngoser ( Purbalingga ), Tari Lembuseno ( Boyolali ) dan Tari Kretek ( Kudus ).