Sunday, May 19, 2013

Setan Jengkiling ( Part 2 )


Untuk menjawab keberatan dari seorang kawan dengan akun "Solusi Kebebasan Finansial" pada cerita Setan Jengkiling yang dimuat di blog ini pada Agustus 2011, berikut ini saya copy paste cerita yang sama dari buku " Kesaksian Progo " Kisah Perjuangan Rakyat Temanggung 1945-1950, terbitan Pemda Tk II Kab. Temanggung, cetakan pertama 1996. Dan tulisan di Majalah Gema Bhumi Phala Edisi Khusus Nopember 2009. Sebenarnya Subtansi maupun Esensi dari cerita tersebut sama dengan yang saya tulis, hanya beda gaya penuturan saja, memang bukanlah sebuah karya intelektual kalau hanya copy paste seperti ini, namun demi kepuasan publik hal ini harus saya lakukan. Semoga semua berkenan, atau mungkin "Solusi Kebebasan Finansial" dapat menyumbangkan tulisan yang sama dengan versi anda, kami sangat berterima kasih.  " Memuaskan atau tidak itulah The Lost Ark ".

Monday, April 15, 2013

Ruwat Rigen di Lereng Sumbing - Sindoro


Kledung, Sabtu ( 13/ 04/ 2013 ), Sebuah pagi berkabut di lereng Sumbing - Sindoro, udara masih dingin menusuk tulang, namun di sepanjang jalan raya Parakan - Wonosobo ada sebuah keramaian. Ratusan petani tembakau dari 13 desa, tampak berarak menuju Rest Area yang berada di tepi jalan tersebut, dengan berpakaian adat Jawa mereka membawa rigen ( alat penjemur tembakau ) yang dihias sedemikian rupa, diiringi beberapa kelompok kesenian. Tentu saja peristiwa ini tidak dilewatkan begitu saja oleh para pengguna jalan yang kebetulan lewat disitu, sedikit kemacetan yang ditimbulkanpun menjadi tidak masalah bagi mereka, malah-malah diantara pengguna jalan tersebut banyak yang turun dari mobilnya untuk mengabadikan moment langka itu.
Memang hari itu para petani tembakau dari lereng dua gunung Sumbing dan Sindoro tengah menggelar ruwatan akbar, yaitu Ruwat Rigen. Sebenarnya acara telah dilakukan beberapa jam sebelumnya, yaitu dimulai dengan pengambilan air di Sendang Kamulyan. Setelah melakukan do'a bersama yang dibimbing oleh sesepuh desa, lalu dilanjutkan dengan membasuh rigen di sendang tersebut. Selanjutnya dilakukan kirab menuju Rest Area Kledung, tidak ketinggalan segala uba rampe seperti gunungan hasil bumi menjadi bagian tak terpisahkan dalam acara itu.

Monday, March 25, 2013

Menangislah Selagi Gratis



Lihatlah airmataku
Ya Tuhan Yang Maha Pengasih
Bercerita tentang duka
Dan kehancuran

Setiap tetes mengandung arti
Dari derita yang menekan
Tlah lama aku mencoba
Namun tak mampu jua

Tuhan tolong hapuskan airmataku
Tiada satupun yang dapat melakukannya
Dari derita ini
Dari dalamnya dosa
Hanya Engkau Yang Kuasa
Menghentikan setiap tetes airmata
Menghentikan setiap tetes airmata

Lihatlah airmataku
Berderai penuh kepedihan
Kucoba tuk mengehentikannya 
Namun tak mampu jua

Sebuah lyrik lagu "Lihat Air Mata" yang dipopulerkan oleh penyanyi Grace Simon pada era 80an, lagu yang sentimentil, melankolis, ungkapan dari sebuah perasaan tak berdaya. Memang dalam keadaan tidak berdaya, emosi yang keluar biasanya lebih terasa plong bila diungkapkan dengan tangis. Tangisan dan mengeluarkan airmata bukan hanya monopoly kaum perempuan, kaum lelakipun kadang juga bisa menangis, meskipun sementara pendapat bahwa menangis selalu diidentikkan dengan kaum Hawa, sebuah mitos menyebutkan bahwa kaum perempuan memang ditakdirkan sebagai mahluk yang melankolis dan mudah menangis. Terlebih saat merasa sebal, galau, terharu, sedih dan sebagainya, bahkan tertawapun bisa sampai menangis. Dan terkadang juga tangisan hanya sebuah sandiwara untuk mencapai maksud tertentu, ini lebih dikenal dengan airmata buaya. Terlepas dari ilustrasi ini ternyata mengeluarkan airmata mempunyai sejumlah fungsi dan manfaat.

Wednesday, March 20, 2013

Memilih Pensil Warna yang Aman untuk Anak-anak


Menggambar atau mewarnai, adalah salah satu kegiatan sangat menyenangkan dan digemari anak-anak hingga orang dewasa. Selain bisa melepas kejenuhan, juga mampu membangun kreativitas kita, serta membantu mengaktifkan dan mengembangkan kemampuan otak kanan.
Namun tidak semua kegiatan menggambar atau mewarnai menguntungkan, terlebih jika alat gambar atau mewarnai yang digunakan, khususnya pensil, ternyata berbahaya karena mengandung zat berbahaya atau beracun. Banyak pensil warna beredar di pasar, tapi tidak semua aman bagi kesehatan.

Saturday, March 16, 2013

Tanaman Untuk Mempercantik Rumah

Rumah sebagai representasi bagi penghuninya. Setiap bagian rumah dapat menjadi titik untuk menampilkan karakter, kegemaran, atau koleksi penghuni. Tak terkecuali taman. Penyuka tanaman hias, taman bisa dijadikan tempat untuk menunjukkan berbagai koleksi tanamannya. Sehingga disamping menyalurkan hobi mengoleksi tanaman, itu juga memperindah hunian.
Taman juga cocok dimanfaatkan sebagian ruang display koleksi tanaman favorit. Namun, dalam pengaturannya, perlu memperhatikan beberapa aspek agar keindahan terjaga.
Usahakan tanaman tertata cantik dan menarik. Ini bertujuan agar tidak menimbulkan kesan belukar di luar rumah. Selain tidak nyaman dilihat, keberadaan taman terlalu rimbun, sulit dibersihkan.

Don WS dkk dalam buku berjudul "Taman" menyebutkan beberapa hal yang perlu dilakukan agar tampilan taman tidak seperti hutan. Untuk tanaman merambat, hendaknya dibuat penyangga agar tanaman tumbuh teratur.
Letak tanaman yang lebih tinggi pada bagian belakang. Tanaman tinggi berfungsi sebagai background tampilan taman. Dengan begitu seluruh tanaman terlihat jelas. Selain itu, tanaman berumpun penuh perlu dipecah-pecah dan ditanam kembali.
Kebersihan taman harus selalu dijaga. Upayakan daun kering dan ranting patah dibuang. Tujuannya supaya taman tidak nampak berserakan.
Untuk menjaga tampilan taman indah pada malam hari, penghuni perlu memperhatikan pengaturan penerangan. Dapat ditentukan efek penerangan yang diinginkan, apakah terang benderang, dramatis, atau terang rata.

Asyiknya Nonton Bareng Wayang Potehi


Sudah lama sekali tidak pernah nonton Wayang Potehi, memang kesenian etnis Tionghoa ini seperti lenyap ditelan zaman sejak tahun 1961. Makanya ketika ada informasi bahwa di depan Tempat Ibadah Tri Dharma Sakti ( TITD ) Cahaya Sakti Kong Ling Bio Temanggung akan digelar pertunjukan Wayang Potehi, Rabu malam ( 13/03/2013 ) warga Temanggung berbondong-bondong ke tempat pagelaran. Udara dingin khas Temanggung tak menyurutkan niat untuk menyaksikan tontonan langka tersebut.
Wayang Potehi untuk kali pertama diadakan setelah terakhir dipentaskan di Kelenteng Kong Ling Bio ini pada tahun 1961 lalu, sehingga wajarlah jika wayang etnis Tionghoa ini menyedot animo masyarakat Temanggung yang dikenal menaruh apresiasi besar terhadap seni budaya. 

Kisah Bawang Putih dan Bawang Merah

Masih ingatkah dongeng Si Bawang Putih dan Si Bawang Merah yang sering membuat kita menangis mendengarnya saat masih kecil, sekarang seperti terjadi dalam kehidupan sehari-hari, rasanya ingin menangis mendengar rakyat kecil menjerit, tercekik oleh naiknya harga Bawang Putih maupun Bawang Merah. Bagaimana mungkin tidak ironis, bukankah Indonesia adalah negara agraris, sementara komoditas hasil pertanian tersebut manjadi langka di negeri yang subur ini.
Lalu timbul kecurigaan dalam benak ini, jangan-jangan ini hanyalah permainan para cukong besar macam importir barang komoditas pertanian. Belum hilang dari ingatan slogan-slogan pemerintah untuk mengajak rakyatnya berswasembada pangan, nyatanya banyak impor produksi pertanian bisa masuk negeri agraris ini  dengan mulusnya seakan tanpa beban dosa terhadap petani kita.