Sunday, February 17, 2013

Mimpi Membuat Taman Matahari



Memang agak berlebihan mimpi seorang Bekti Priyono, Kepala Disbudparpora Temanggung untuk mewujudkan obsesinya membuat destinasi wisata high tech berbasis astronomi semacam planetarium di Temanggung. Sementara potensi wisata lain yang telah tersedia di Temanggung belum digarap dengan baik, lihat saja aset wisata seperti Curug Surodipo, Curug Lawe dengan Pemandian Air Panasnya, Wanawisata Jumprit, Wanawisata Walitis, dan yang terakhir Posong maupun Perkampungan Mataram Kuno Liyangan, masih tertidur pulas diselimuti rerumputan liar.
Boleh saja bermimpi liar memandang terobosan baru, setelah tak berdaya menggaet investor untuk menggarap potensi wisata yang telah ada. Sudah barang tentu investor akan berpandangan provitnya meyakinkan atau tidak, perlu ada studi atau kajian yang mendalam, berapa sih potensi pengunjung di Temanggung dan sekitarnya, kira-kira dalam 20 tahun mendatang sebelum aset diserahkan ke Pemkab. pihak investor bisa untung dan balik modal atau tidak. Realita yang telah berlangsung adalah trobosan baru pembuatan Bioskup 4 Dimensi " Andromeda ", sepertinya agak kurang berhasil dengan kehadiran pengunjung yang bisa dihitung dengan bilangan jari. Memang agak sayang pengelola " Andromeda " kurang berani mempromosikan tontonannya, padahal sangat potensial sekali mengingat di wilayah Jawa Tengah adalah satu-satunya, jangankan di Jawa Tengah warga Temanggung saja banyak yang kurang informasi film yang sedang diputar. Jangan-jangan hal ini bisa dijadikan referensi investor yang akan datang.

Okeylah, tidak ingin mengundang polemik, apalagi mengendurkan semangat yang tengah berapi-api, kita dorong saja agar tidak menjadi sekedar impian.
Dengan semangat 45 Bekti Priyono di kantornya kemarin ( Selasa, 12/02/2013 ) mengatakan bahwa penyusunan Detail Engineering Design ( DED ) Taman Matahari ini telah diselesaikan konsultan, diakui sendiri oleh Bekti Priyono bahwa, gagasan pembangunan Taman Matahari ini bermula dari imajinasi dan mimpi untuk membuat wisata unggulan di Temanggung yang berbeda dengan destinasi wisata daerah lain.
" Kami hanya meliarkan pikiran dan ternyata dapat mengubah mimpi menjadi obsesi dalam bentuk DED ini, dan syukurlah Pak Bupati mendukung mimpi itu dan melepas kami untuk berpikir liar, guna kemajuan dunia wisata di Temanggung " kata Bekti Priyono.
Menurutnya Taman Matahari tidak mustahil direalisasi " Semua yang sifatnya material pasti dapat direalisasikan, kami ingin memberikan gambaran riil kepada masyarakat betapa indahnya alam semesta yang tak terbatas ini, dan betapa besarnya kekuasaan Tuhan Yang Maha Kuasa " tandasnya

Taman Matahari akan memprogramkan beberapa wahana high tech, antara lain simulasi angkasa luar, teropong bintang dan matahari, science of space, planet photography, dan lain-lain. Diharapkan akan menjadi wahana pendidikan kepada pengunjung, khususnya anak sekolah, karena akan mengetahui pengetahuan tentang alam semesta, antariksa, dapat menyaksikan gugusan Bimasakti, detail bulan dan matahari secara real time. Selain itu juga disediakan wahana planetarium dan permainan labirin. 
Tentang anggaran Bekti menyebutkan sekitar 20 miliar, menyadari kenyataan terbatasnya APBD yang dimiliki Pemkab Temanggung, sangat dimungkinkan pembangunannya akan mengundang pihak ketiga.
" Kalau ingin maju, kita harus berani melangkah yang berbeda dengan masa lalu, yang perlu diketahui, wisata saat ini sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di dunia, dan wisata yang selama ini diburu adalah wisata yang langka, berbeda, serta ada unsur-unsur petualangan lahir atau batin, dari dasar pengalaman itulah konsep Taman Matahari "
Persiapan yang telah dilakukan saat ini adalah mengambil langkah untuk berburu investor, DED yang telah ada telah dilengkapi proposal, dengan analisa pengembangan, analisa pasar dan jajak pendapat.
" Jajak pendapat dilakukan melalui 200 kuestioner untuk 200 responden, hasil 97% menyatakan tertarik dengan pengetahuan ruang angkasa, tidak mudah mendapatkan pengetahuan ruang angkasa, belum pernah menyaksikan obyek wisata berbasis astronomi, dan menganggap pembangunan Taman Matahari adalah gagasan yang menarik " begitulah spirit yang mendorong sebuah optimisme.